Kementerian Pertanian Gelar Kemitraan Benih Perkebunan untuk Tingkatkan Ketersediaan Benih

oleh -4016 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Kementerian Pertanian Gelar Kemitraan Benih Perkebunan untuk Tingkatkan Ketersediaan Benih.

InfoSAWIT, BOGOR – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan mengadakan kegiatan Kemitraan Benih Perkebunan di Bogor pada akhir bulan Juni 2024. Tujuannya adalah meningkatkan ketersediaan benih dengan mengakselerasi efisiensi pemanfaatan kebun sumber benih dan persemaian (nursery).

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) perbenihan perkebunan, asosiasi produsen benih perkebunan, hingga calon mitra. Dalam pertemuan ini, mereka sepakat untuk mengefektifkan pemanfaatan nursery yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN).

Ketua Perkumpulan Penangkar Benih Tanaman Perkebunan Indonesia, Badaruddin Sabang Puang, menyatakan komitmennya untuk siap mengelola kebun sumber benih yang dikembangkan pemerintah. “Agar dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan tanam bermutu bagi masyarakat,” kata Badaruddin dikutip InfoSAWIT dari laman resmi Ditjenbun, ditulis Rabu (3/7/2024).

BACA JUGA: Penerapan Integrasi Sawit-Padi Gogo Gandeng Pelaku Usaha

Sementara, Plt Direktur Perbenihan Perkebunan, Hendratmojo Bagus Hudoro, menegaskan bahwa pemerintah terus mendorong adanya kemitraan dengan swasta dan penerapan opsi-opsi untuk pemanfaatan aset-aset perbenihan.

“Berdasarkan pengalaman dari Balai Benih Produksi Jawa Tengah, dengan mengelola dua kebun sumber benih seperti kebun induk vanili dan kebun benih tebu, sudah mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai Rp 2 miliar. Namun, sampai saat ini masih banyak Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) produksi benih yang perlu didorong dan dimaksimalkan serta meningkatkan kesadaran pentingnya pembangunan kebun sumber benih,” ujar Bagus.

Bagus mengimbau UPTD yang mengalami kendala dalam perawatan dan pengelolaan kebun untuk bekerjasama dengan penangkar.

BACA JUGA: Petani Sawit Desak Aparat Hukum Usut Program Peremajaan Sawit Rakyat di Bangka Selatan

Dalam kegiatan ini, disepakati bahwa nursery dan aset yang dimiliki oleh Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP) akan dikelola secara mandiri. Produk benih serta layanan jasa laboratorium pengujian DNA dan kultur jaringan dapat dikenakan tarif, sehingga dapat menghasilkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), yang nantinya pendapatan tersebut dapat digunakan untuk pengelolaan berikutnya dan tidak membebani APBN. Sedangkan UPT di Kementan yang mampu menghasilkan PNBP di atas Rp 15 miliar setiap tahunnya dapat diusulkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU), sehingga pengelolaannya bersifat mandiri.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com