Maya Rangkuti, pemilik pembibitan CV Dharma Nusantara, menyarankan adanya penyesuaian harga pada program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS). Menurutnya, perbedaan harga antara program pemerintah dan pasar bebas dapat membuat penangkar enggan menyediakan bibit untuk program peremajaan. Selain itu, lambatnya realisasi program PSR menciptakan ketidakpastian bagi para penangkar, sehingga bibit yang disiapkan sering kali melewati usia layak tanam.
“Kami memiliki kelompok tani mitra di Sumatera Utara yang sudah dua tahun menunggu terbitnya rekomendasi teknis. Bibit yang kami siapkan untuk program PSR kini sudah lewat umur dan tidak bisa disalurkan,” ungkap Maya. (T2)
