InfoSAWIT, JAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mendorong petani sawit anggota Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) untuk fokus meningkatkan produktivitas sawit nasional. Ia menegaskan bahwa industri sawit memainkan peran penting dalam perekonomian Indonesia.
Wamentan Sudaryono menargetkan peningkatan produktivitas tandan buah segar (TBS) sawit hingga 17 ton TBS per hektare per tahun, mendekati capaian Malaysia yang mencapai 18 ton TBS per ha per tahun. “Kita harus bisa mencapai 17 ton TBS per hektare per tahun, paling tidak mendekati produktivitas Malaysia,” katanya saat memberikan pada acara pengukuhan kepengurusan Apkasindo 2024 di Auditorium Utama Kementerian Pertanian, dikutip InfoSAWIT, (11/10/2024), di Jakarta.
Pemerintah, lanjut Sudaryono, berkomitmen menjaga sawit sebagai komoditas strategis yang tidak hanya menopang perekonomian nasional tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Saat ini, sawit Indonesia menguasai 60 persen pasar dunia, yang menunjukkan pentingnya peran sawit dalam ekspor nasional.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 9-15 Oktober 2024 Naik Rp 52,69/Kg, Cek Harganya..
Sudaryono juga menyoroti pentingnya hilirisasi sawit, termasuk pengembangan biodiesel B50 sebagai langkah strategis untuk mengurangi impor biosolar. “Kita sudah berhasil mengembangkan B35 dan B50, dan harapannya bisa mengurangi 100 persen impor biosolar,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa hilirisasi sawit dapat membawa Indonesia menuju kemandirian energi sekaligus meningkatkan nilai tambah dari ekspor Crude Palm Oil (CPO).
Selain mendorong peningkatan produktivitas, Wamentan juga mengajak petani untuk menerapkan sistem tumpangsari sawit dengan tanaman padi gogo sebagai langkah mendukung ketahanan pangan nasional. Kementerian Pertanian menargetkan penanaman 500 ribu hektare padi gogo di lahan perkebunan sawit dan kelapa melalui program Kelapa Sawit Tumpang Sari Tanaman Pangan (Kesatria). Program ini diharapkan dapat meningkatkan produksi padi dan mengoptimalkan penggunaan lahan perkebunan.
BACA JUGA: EUDR Ditunda, Saatnya Percepatan Penyelesaian E-STDB dan Konsolidasi
“Dengan adanya tumpangsari sawit dan padi gogo, kita bisa memanfaatkan lahan yang ada secara lebih produktif dan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” pungkasnya. (T2)
