InfoSAWIT, JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. (SSMS) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp800 miliar kepada para pemegang saham, setara Rp83,99 per saham atau 68,92 persen dari laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Perseroan yang digelar Kamis.
Pembagian dividen tersebut akan didistribusikan secara proporsional kepada seluruh pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikan saham masing-masing. Kebijakan ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, seiring dengan kinerja operasional yang tetap terjaga di tengah dinamika industri kelapa sawit.
Sementara itu, sisa laba bersih Perseroan sebesar Rp360,69 miliar, atau sekitar 31,08 persen dari laba bersih, ditetapkan sebagai cadangan lainnya yang akan memperkuat saldo laba ditahan Perseroan guna mendukung kebutuhan pengembangan usaha ke depan.
BACA JUGA: BPDP Perluas Grant Riset 2026 Tak Hanya Sawit, Pendanaan Riset Kelapa dan Kakao Terbuka
Dalam agenda RUPST tersebut, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Rimbun Situmorang sebagai Komisaris Perseroan. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan kepemimpinan sekaligus memastikan fungsi pengawasan perusahaan tetap berjalan efektif dan konsisten.
Direktur Utama PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., Jap Hartono, menegaskan bahwa Perseroan terus memperkuat tata kelola keberlanjutan melalui pengembangan sistem ketertelusuran rantai pasok, implementasi praktik perkebunan berkelanjutan, serta pemenuhan standar sertifikasi nasional dan global, termasuk RSPO dan ISPO.
Menurut Jap, langkah tersebut bukan hanya untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku, tetapi juga memperkokoh posisi Perseroan sebagai produsen minyak sawit yang bertanggung jawab dan memiliki daya saing di pasar internasional.
BACA JUGA: Sawit 2,3 Juta Hektar: Ambisi Besar, PR Lama yang Belum Tuntas
“Melalui pengelolaan operasional yang disiplin serta penguatan tata kelola keberlanjutan, Perseroan mampu menjaga stabilitas kinerja di tengah dinamika industri yang terus berkembang,” ujarnya, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (30/4/2026).
Memasuki 2026, Perseroan memandang prospek industri kelapa sawit masih berada dalam tren pertumbuhan positif. Optimisme itu ditopang oleh proyeksi kenaikan permintaan global terhadap minyak nabati, seiring pertumbuhan populasi dunia, ekspansi industri pangan, serta meningkatnya kebutuhan energi alternatif yang lebih berkelanjutan.
Dengan kombinasi strategi bisnis yang terukur, penguatan aspek keberlanjutan, serta dukungan pasar global yang tetap terbuka, SSMS menilai industri kelapa sawit masih akan menjadi salah satu sektor strategis yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun-tahun mendatang. (T2)
