InfoSAWIT, JAKARTA – Kinerja operasional segmen perkebunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk. sepanjang 2025 menunjukkan tren positif, ditandai dengan peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) maupun minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Perbaikan kualitas bahan baku yang diolah serta peningkatan pengendalian kehilangan produksi (losses) di pabrik menjadi faktor utama yang menopang capaian tersebut.
Sepanjang 2025, Perseroan membukukan produksi 1.628.452 metrik ton TBS dari kebun inti, naik 4,22 persen dibandingkan realisasi produksi TBS pada 2024. Dari hasil panen tersebut, Perseroan juga mencatat produksi 527.052 metrik ton CPO, 104.130 metrik ton inti sawit, serta 15.379 metrik ton minyak inti sawit.
Dalam mendukung kinerja hilir operasional, Perseroan mengolah total 2.382.942 metrik ton TBS melalui 10 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang berada di dalam kawasan perkebunan kelapa sawit milik Perseroan. Kapasitas pengolahan ini menjadi tulang punggung peningkatan output minyak sawit sepanjang tahun buku 2025.
BACA JUGA: SSMS Tebar Dividen Rp800 Miliar, Perkuat Tata Kelola Berkelanjutan Sambut Prospek Sawit 2026
Direktur Operational PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., Akhmad Faisyal, menjelaskan bahwa produksi CPO Perseroan pada 2025 mencapai 527.052 metrik ton, meningkat 14,23 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang tercatat 461.414 metrik ton.
Sejalan dengan kenaikan volume produksi, tingkat rendemen minyak atau Oil Extraction Rate (OER) Perseroan juga tercatat mencapai 22,12 persen, mencerminkan peningkatan efisiensi dalam proses ekstraksi minyak sawit di pabrik.
“Peningkatan ini didorong oleh perbaikan kualitas TBS yang diolah serta peningkatan pengendalian losses di pabrik,” ujar Akhmad Faisyal dalam Paparan Publik Tahunan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk., yang dihadiri InfoSAWIT, Kamis (30/4/2026).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 29 April – 5 Mei 2026 Naik Rp15,16 per Kg
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa strategi penguatan operasional di sektor hulu dan peningkatan efisiensi pengolahan di tingkat pabrik mulai memberikan dampak nyata terhadap produktivitas Perseroan, sekaligus memperkuat posisi perusahaan di tengah dinamika industri sawit nasional. (T2)
