InfoSAWIT, JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara III (Persero) melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo menargetkan penyerapan 2,1 juta bibit sawit unggul bersertifikat oleh petani hingga akhir tahun 2024. Langkah ini merupakan bagian dari upaya PTPN IV untuk meningkatkan produktivitas petani sawit di Indonesia.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menjelaskan bahwa saat ini perusahaan telah menyiapkan lima sentra pembibitan sawit unggul siap tanam untuk memenuhi permintaan petani. “Sejak program ini dimulai pada 2021, kami melihat adanya peningkatan permintaan dari petani terhadap bibit sawit unggul bersertifikat,” ujar Jatmiko dalam pernyataan tertulisnya dikutip InfoSAWIT, Jumat (11/10/2024).
Hingga akhir triwulan III 2024, sebanyak 1,6 juta bibit sawit telah diserap oleh petani di Provinsi Jambi dan Riau. Jatmiko menambahkan bahwa pihaknya optimistis target 2,1 juta bibit sawit akan tercapai hingga Desember mendatang, seiring dengan kebutuhan peremajaan kebun sawit oleh petani.
Program penyediaan bibit sawit unggul ini akan diperluas ke berbagai provinsi di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Kalimantan. “Kami berharap dengan penyediaan bibit unggul ini, produksi sawit petani bisa meningkat, dan disparitas antara petani dan perusahaan besar dapat dipangkas,” jelas Jatmiko.
Berdasarkan data survei dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), banyak petani sawit di Indonesia yang terjebak dalam penggunaan bibit palsu. Sebanyak 37 persen petani menjadi korban penipuan, sementara 20 persen tidak mengetahui cara membeli benih yang legal. Selain itu, sejumlah petani tergiur harga murah atau mengalami kesulitan dalam memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bibit bersertifikat.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 11-17 Oktober 2024 Naik Rp 62/Kg Cek Harganya..
Untuk membantu petani mengatasi masalah ini, PTPN IV PalmCo telah mengembangkan aplikasi Sawit Rakyat Online (SRO). Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV, Irwan Perangin-Angin, menyatakan bahwa aplikasi ini telah diunduh lebih dari 10.000 kali dan dirancang untuk memberikan informasi terkait ketersediaan bibit di sentra-sentra pembibitan yang ada. (T2)
