InfoSAWIT, PELALAWAN – Desa Beringin Indah, Kabupaten Pelalawan, menjadi pusat kegiatan kolaboratif penting yang bertujuan mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).
Acara yang digelar di KUD Beringin Jaya pada Selasa (8/10/2024) melibatkan Universitas Riau (UNRI), Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan, serta aparatur desa setempat. Kolaborasi ini ditandai dengan penyerahan 32 Sertifikat Tanda Daftar Budidaya (STDB) kepada para petani swadaya dari KUD Beringin Jaya dan Asosiasi Petani Sawit Bertuah Riau.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya membentuk kelembagaan petani sawit swadaya yang lebih kuat melalui wadah resmi seperti Asosiasi Petani Sawit Bertuah Riau. Petani yang tergabung dalam asosiasi ini diharapkan dapat memenuhi persyaratan PSR dan ISPO.
BACA JUGA: EUDR Ditunda, Saatnya Percepatan Penyelesaian E-STDB dan Konsolidasi
Sebagai bagian dari persiapan, Universitas Riau memberikan pelatihan manajemen kelembagaan untuk membantu para petani mengelola organisasi secara modern dan profesional. Pelatihan yang dipimpin oleh Meyzi Heriyanto, ini juga bertujuan agar para petani siap menghadapi sertifikasi ISPO, yang semakin menjadi standar internasional.
Salah satu capaian penting dalam kegiatan ini adalah fasilitasi pengukuran koordinat kebun sawit milik petani sawit swadaya. Dari hasil pengukuran tersebut, 32 petani berhasil mendapatkan sertifikat STDB, yang menjadi syarat utama untuk mengikuti PSR dan memperoleh sertifikasi ISPO.
Sertifikat ini diserahkan secara simbolis kepada perwakilan petani dalam acara yang disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, dan perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Pelalawan, Arni Rosita. Penyerahan dilakukan oleh Ahmad Rifa’i, yang mewakili ketua tim pemberdayaan UNRI, Meyzi Heriyanto.
BACA JUGA: Airlangga Hartarto Singgung EUDR Pada Pertemuan AECC ke-24, Serukan Kekompakan ASEAN
“Kolaborasi ini adalah awal dari proses panjang menuju keberlanjutan pemberdayaan petani,” ungkap Ahmad Rifa’i dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Kamis (10/10/2024).
