InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta kembali mencatatkan capaian positif dalam penyiapan sumber daya manusia sektor agribisnis dan perkebunan. Pada Wisuda Sarjana ke-86 dan Pascasarjana ke-32 yang digelar di Grha INSTIPER, sebanyak 292 lulusan resmi dikukuhkan dengan sebagian di antaranya telah lebih dulu diterima bekerja bahkan sebelum prosesi wisuda berlangsung.
Pada periode wisuda tahun ini, INSTIPER meluluskan 16 wisudawan program Pascasarjana Magister Manajemen Perkebunan dan 276 lulusan program sarjana. Dari jumlah tersebut, 167 lulusan berasal dari Fakultas Pertanian, 40 lulusan Fakultas Teknologi Pertanian, serta 69 lulusan Fakultas Kehutanan.
Capaian akademik para lulusan juga menjadi sorotan. Sebanyak 147 wisudawan atau sekitar 50 persen berhasil meraih predikat cumlaude, sementara 24 persen lulusan telah diterima bekerja sebelum pelaksanaan wisuda.
BACA JUGA: Said Didu Dukung Tata Kelola Ekspor SDA, Sebut Bisa Berantas “Perampokan Negara”
Kecepatan lulusan memasuki dunia industri disebut tidak terlepas dari pendekatan pembelajaran INSTIPER yang mengintegrasikan kebutuhan industri ke dalam kurikulum pendidikan.
Mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman lapangan melalui praktik dan magang di perusahaan mitra. Selain itu, berbagai program penguatan kompetensi melalui INSTIPER Academy turut menjadi bagian dari strategi kampus menyiapkan lulusan yang siap kerja.
Sebagian lulusan bahkan memperoleh golden ticket dari perusahaan mitra setelah dinilai memiliki kemampuan dan kinerja baik selama menjalani program magang. Skema tersebut memungkinkan lulusan diterima bekerja tanpa melalui tahapan rekrutmen lanjutan.
BACA JUGA: IPS Ingatkan Risiko Badan Ekspor Komoditas, Jangan Sampai Rugikan Petani dan Industri
Kerja sama pendidikan INSTIPER dengan perusahaan dan lembaga pemberi beasiswa juga terus diperkuat. Pada wisuda kali ini tercatat 125 wisudawan merupakan penerima berbagai program beasiswa, termasuk dari PT Asian Agri, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), PT Toba Pulp Lestari (TPL), KIP Kuliah, hingga pemerintah daerah.
Wisuda kali ini juga memiliki arti khusus karena menjadi momentum pertama INSTIPER meluluskan 50 penerima Beasiswa Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) yang didanai Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sebanyak 26 lulusan berasal dari minat studi Sarjana Perkebunan Kelapa Sawit (SPKS) dan 24 lulusan dari Sarjana Manajemen Bisnis Perkebunan (SMBP) dengan rata-rata masa studi 3,7 tahun dan IPK 3,77.
Rektor INSTIPER, Dr. Ir. Harsawardana, M.Eng, menilai keberhasilan lulusan memasuki dunia kerja menjadi indikator penting kualitas pendidikan yang dibangun kampus.
BACA JUGA: INSTIPER Lepas 50 Lulusan Beasiswa Sawit BPDP, Lebih dari Separuh Langsung Terserap Industri
“Rata-rata waktu tunggu lulusan INSTIPER kurang dari 6 bulan setelah lulus,” jelas Harsawardana dalam sambutannya pada prosesi wisuda.
Ia menambahkan, bahkan pada periode wisuda kali ini sebanyak 24 persen lulusan sarjana dan pascasarjana telah diterima bekerja kurang dari satu bulan setelah dinyatakan lulus atau sesaat setelah yudisium.
Harsawardana juga menegaskan INSTIPER terus menjaga kepercayaan mitra industri dan para pemangku kepentingan melalui transformasi pendidikan yang menyesuaikan kebutuhan dunia usaha serta perkembangan teknologi.
