InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom terjadi Withdraw dengan penawaran tertinggi Rp. 14.671/kg pada Jumat (20/12/2024), dengan demikian harga CPO tercatat naik 0,17% atau terdapat kenaikan sekitar Rp 25/kg, dibandingkan harga CPO pada Kamis (19/12/2024) yang mencapai Rp. 14.646/kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, Harga CPO Franco Belawan dibuka Rp. 14.684/Kg, terjadi Withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp. 14.671/Kg. Harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 14.684/Kg, terjadi Withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp. 14.500/Kg. Kemudian harga CPO Teluk Bayur dibuka Rp. 14.554/Kg, terjadi Withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp. 14.370/Kg.
Merujuk hitungan InfoSAWIT, pada periode 16-20 Desember 2024, harga rata-rata CPO KPBN tercatat turun Rp 678,20/kg menjadi Rp 15.005,00/kg, atau terdapat penurunan sekitar 4,32% dibanding harga rata-rata CPO pada periode minggu sebelumnya (9-13 Desember 2024) yang mencapai Rp. 15.683,20/kg.
BACA JUGA: Perkuat Kurikulum Sawit, Tiga Dosen Politeknik Aceh Magang di PT ASN Meulaboh
Sementara dilansir Reuters, harga kontrak minyak Sawit berjangka di Bursa Malaysia pulih dari penurunan awal pada Jumat, (20/12/2024) setelah Indonesia menaikkan pungutan ekspornya, meskipun harga tetap berada di jalur penurunan mingguan kedua.
Harga kontrak minyak kelapa sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Maret 2025 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange sedikit berubah menjadi RM 4.506 (US$ 999,11) per metrik ton pada jeda tengah hari, setelah turun sebanyak 2,1% pada awal hari. Namun, harga kontrak minyak sawit tersebut telah turun sekitar 8,1% selama seminggu ini.
Menteri ekonomi utama Indonesia pada hari Kamis mengatakan akan meningkatkan pungutan ekspornya untuk minyak kelapa sawit mentah menjadi 10% dari 7,5% saat ini untuk membiayai subsidi biodiesel yang lebih tinggi.
BACA JUGA: Desakan Pembentukan Badan Khusus Sawit untuk Perbaiki Tata Kelola
Harga kontrak minyak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 naik 0,45%, sementara harga kontrak minyak sawitnya DCPcv1 turun 1,22%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,12%.
