InfoSAWIT, JAKARTA – PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai senilai Rp 450 miliar dari laba bersih tahun buku 2024 yang mencapai Rp 820 miliar. Meski menjadi kabar baik bagi investor, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat fundamental dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.
Direktur Utama SSMS, Jap Hartono, menegaskan bahwa pembagian dividen tahun ini tidak hanya menjadi sinyal membaiknya keuangan perusahaan, tetapi juga merupakan hasil dari keputusan strategis yang telah diambil dua tahun sebelumnya. Pada 2023, SSMS melakukan aksi debt to equity swap untuk memperbesar porsi kepemilikan di anak usaha, PT Citra Borneo Utama (CBUT).
“Langkah itu memang menekan ekuitas kami saat itu, tapi kini terbukti memperkuat posisi keuangan. Dengan landasan itu, kami bisa kembali memberikan dividen kepada pemegang saham tahun ini,” ujar Jap dilansir InfoSAWIT dari Kontan, Rabu (23/4/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Tak Adil, DPRD Berau Desak Perusahaan Sawit Evaluasi Sistem Penetapan Harga
SSMS membagikan 54,91% dari laba bersih kepada pemegang saham atau setara Rp 47,23 per saham. Namun, angka ini tercatat lebih rendah dibanding rasio tahun sebelumnya yang mencapai 77,4%. Jap menjelaskan, penurunan itu dilakukan untuk menjaga fleksibilitas keuangan perusahaan.
“Sebagian laba kami sisihkan untuk operasional dan pembayaran kewajiban ke depan. Ini penting agar kami tetap siap menghadapi tantangan global dan mempercepat ekspansi usaha,” kata Jap.
Selain menjaga likuiditas, SSMS juga memasang target pertumbuhan operasional yang ambisius. Perusahaan menargetkan peningkatan produksi hingga 10% dan pertumbuhan penjualan sekitar 20% di tahun ini, seiring dengan proyeksi membaiknya harga minyak sawit mentah (CPO) secara global.
BACA JUGA: Kisah Pekerja Sawit: Di Balik Kilau Emas Hijau Kalimantan Barat
“Kami melihat siklus harga sawit akan kembali stabil, mirip kondisi pada 2023. Ini membuka peluang bagi kami untuk meningkatkan performa,” jelas Jap.
Menghadapi tantangan iklim dan potensi dampak musim kemarau di 2025, SSMS juga menyiapkan langkah mitigasi. Optimalisasi program pemupukan menjadi kunci agar produksi tetap terjaga di tengah cuaca kering yang diprediksi bersifat ringan.
Dengan kombinasi strategi keuangan dan operasional ini, SSMS berharap dapat menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat pondasi pertumbuhan bisnis ke depan. “Kami tetap konsisten menjadi perusahaan sawit yang berkelanjutan dan bertanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingan,” pungkas Jap. (T2)
