UGM Ungkap Realita Sosial Program PSR, Petani Dihadapkan pada Risiko dan Harapan

oleh -3.574 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi peremajaan sawit rakyat.

InfoSAWIT, YOGYAKARTA — Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang digagas pemerintah sebagai upaya menjaga produktivitas minyak sawit berkelanjutan ternyata menyimpan dinamika sosial yang kompleks di lapangan. Hal ini terungkap dari riset etnografi yang dilakukan oleh dua mahasiswa Program Studi Antropologi Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM), Ana Choirina Afdila dan Muhammad Fahmi Rafsanjani, bersama Tobias Graf dari University of Zurich, di Desa Pampang Dua, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Penelitian lapangan yang berlangsung selama tiga bulan sejak April 2025 itu menyoroti dampak sosial dari proses replanting kelapa sawit, termasuk persoalan akses lahan, pembiayaan, dan ketersediaan tenaga kerja. “Kami tidak hanya melihat aspek teknis peremajaan, tetapi juga berupaya memahami bagaimana program ini memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi petani,” ujar Ana Choirina Afdila dilansir InfoSAWIT dari Laman UGM, Selasa (3/6/2025).

Program PSR yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memang menjadi solusi nasional untuk mengganti tanaman sawit tua — umumnya berusia di atas 25 tahun — dengan bibit unggul yang lebih produktif. Namun, di lapangan, proses tersebut tidak semudah yang dibayangkan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Cenderung Stagnan pada Senin (2/6), Bursa Malaysia Libur

“Salah satu tantangan yang kami temui adalah kekhawatiran petani kehilangan penghasilan selama masa tunggu tanaman baru. Mereka juga harus mencari cara untuk mendapatkan biaya awal sebelum dana PSR cair,” tambah Fahmi.

Lebih lanjut, penelitian ini juga mengangkat pertanyaan kritis: apakah petani ingin tetap menanam sawit di masa depan? Dan apakah ada peluang ekonomi alternatif yang bisa mereka akses selama masa transisi? Riset ini tidak hanya mengandalkan wawancara dan pengumpulan data statistik, tetapi juga menggunakan metode Observasi Partisipan, di mana para peneliti tinggal dan hidup bersama warga selama proses penelitian berlangsung.

Prof. Pujo Semedi Hargo Yuwono, dosen pembimbing riset ini, menegaskan pentingnya pendekatan etnografi dalam memahami konteks lapangan secara menyeluruh. “Dengan tinggal bersama petani, mahasiswa tidak hanya mencatat data, tetapi juga belajar merasakan ketidakpastian, strategi bertahan hidup, dan nilai-nilai lokal yang mengiringi proses peremajaan sawit ini,” jelasnya.

BACA JUGA: Ada Regulasi Tumpang Tindih, Bumitama Agri Tetap Optimistis Jalankan Bisnis Berkelanjutan

Ia berharap hasil riset ini bisa menjadi masukan nyata bagi para pemangku kebijakan dalam menyempurnakan implementasi PSR agar lebih berpihak kepada petani kecil, terutama dalam hal keberlanjutan ekonomi dan perlindungan sosial selama masa replanting.

Bagi Dila dan Fahmi, pengalaman ini menjadi lompatan besar dalam perjalanan akademik mereka. “Replanting bukan sekadar soal teknis mengganti pohon tua. Di baliknya ada relasi sosial, dinamika antaraktor, dan keresahan masyarakat yang harus dilihat secara utuh,” kata Dila.

Kolaborasi dengan Tobias Graf dari University of Zurich juga memperkaya perspektif riset ini, mempertemukan pandangan lokal dan global dalam memahami isu sawit dari sisi humaniora dan lingkungan.

BACA JUGA: Sinar Mas – CIRAD Perpanjang Kemitraan Riset Sawit, Dorong Solusi Iklim dan Ketahanan Pangan

Penelitian ini menjadi pengingat bahwa kebijakan yang baik perlu ditopang oleh pemahaman lapangan yang kuat. Dalam konteks peremajaan sawit, suara petani bukan hanya soal data panen dan luas lahan — tetapi juga soal masa depan hidup mereka. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com