BGA Gelar Klinik Berdaya Sawit, Dukung Petani Sawit Swadaya Tingkatkan Produktivitas Kebun di Ketapang

oleh -2.878 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA), melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), memulai program Klinik Berdaya Sawit di Ketapang.

InfoSAWIT, KETAPANG – Di balik hamparan hijau kebun sawit swadaya di Ketapang, cerita tentang perubahan mulai tumbuh, seperti yang dilakukan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA), melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), memulai gerakan sunyi namun berdampak besar dengan program Klinik Berdaya Sawit.

Berlangsung dari 26 Mei hingga 7 Juni 2025, program ini bukan sekadar pelatihan teknis pertanian. Ia adalah ruang dialog antara para petani swadaya dengan para praktisi perusahaan, yang berbagi ilmu soal pemeliharaan tanaman, teknik pemupukan, hingga manajemen panen yang efisien. Lebih dari 170 petani dari empat kecamatan—Tumbang Titi, Nanga Tayap, Kendawangan, dan Marau—mengikuti sesi ini dengan antusias.

“Kami tak ingin hanya menjadi tetangga yang baik. Kami ingin tumbuh bersama,” kata CSR Department Head PT BGA, Rizki Munadhil dalam keterangannya diperoleh InfoSAWIT, Selasa (10/6/2025). “Klinik ini adalah jembatan antara praktik lokal petani dengan teknologi dan pengalaman kami,” lanjut Rizki.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 11-17 Juni 2025 Turun Rp115,30 per kg

BGA memang memiliki posisi unik di Ketapang. Sebagian besar wilayah operasionalnya berbatasan langsung dengan kebun rakyat. Relasi ini tak hanya menciptakan keterikatan ekonomi, tapi juga tanggung jawab sosial. Dengan menggandeng para petani sebagai mitra strategis, BGA berharap dapat memperkuat basis ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas teknis petani.

Salah satu peserta pelatihan, Rudi, petani sawit asal Nanga Tayap, mengaku baru pertama kali mengikuti pelatihan intensif seperti ini. “Selama ini kami belajar dari pengalaman atau dari tetangga. Tapi sekarang, kami tahu bagaimana cara pupuk yang tepat, mengatur panen agar tidak rugi, dan bagaimana menghadapi hama dengan cara yang benar,” ujarnya.

Antusiasme tak hanya datang dari petani. Pemerintah desa dan aparat kecamatan pun turut hadir dan menyampaikan apresiasi. Mereka menilai kehadiran Klinik Berdaya Sawit memperkuat sinergi antara swasta, masyarakat, dan pemerintah dalam mendorong ketahanan ekonomi desa.

BACA JUGA: SMAR Garap Bio-CNG dari Limbah Sawit, Siap Tembus Pasar Energi Bersih Eropa

Namun BGA tak berhenti di pelatihan. Klinik ini dirancang sebagai pintu masuk menuju program pendampingan yang lebih menyeluruh. Petani yang berpartisipasi akan dibantu menyusun Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB)—dokumen penting dalam pengakuan legalitas usaha perkebunan mereka. Selain itu, BGA memfasilitasi akses ke pendanaan sarana produksi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan mendorong proses sertifikasi kebun rakyat.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com