BRIN Dorong Pemanfaatan Limbah Sawit Jadi Bioetanol G2

oleh -2.714 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Orasi pengukuhan Profesor Riset Roni Maryana, Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Kimia, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

InfoSAWIT, JAKARTA Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam mencapai target energi baru terbarukan (EBT) yang ditetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN). Meski pemerintah menargetkan kontribusi EBT sebesar 23% dalam bauran energi nasional pada 2025, hingga akhir 2024 capaian baru menyentuh angka 14,1%. Untuk menjawab kesenjangan ini, pemanfaatan biomassa lignoselulosa—seperti limbah dari kelapa sawit—kini digadang menjadi solusi potensial.

Hal tersebut mengemuka dalam orasi pengukuhan Profesor Riset Roni Maryana, Peneliti Ahli Utama dari Pusat Riset Kimia, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang digelar di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu.

Roni, yang menyandang gelar doktor dalam bidang bioresource engineering dari University of Tsukuba Jepang dan kini menjadi Profesor Riset ke-693 secara nasional, menyampaikan orasi berjudul “Inovasi Teknologi Konversi Biomassa Lignoselulosa Sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Bahan Kimia Berkelanjutan”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya inovasi teknologi dalam mengolah biomassa lokal sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan pengurangan impor bahan kimia yang selama ini mencapai ratusan juta dolar.

BACA JUGA: BPDP, Ditjenbun, dan IPB Training Dukung Ciptakan Petani Sawit Profesional di Aceh Lewat Pelatihan Teknis Budidaya

Salah satu fokus utama Roni adalah pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) yang jumlahnya melimpah, seiring luasnya perkebunan sawit Indonesia. “Dengan potensi sekitar 50 juta ton limbah sawit per tahun, kita sebenarnya memiliki bahan baku untuk menghasilkan lebih dari 1,6 juta ton bioetanol,” ungkapnya dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Jumat (27/6/2025).

Bioetanol generasi kedua (G2) yang dihasilkan dari limbah seperti TKKS ini memiliki keunggulan karena tidak bersaing dengan sumber pangan, berbeda dengan bioetanol generasi pertama (G1) yang berasal dari bahan pangan seperti tebu atau jagung. Sayangnya, menurut Roni, hingga kini bioetanol G2 belum dikomersialisasikan di Indonesia, padahal potensi integrasinya dengan bioetanol G1 sangat besar dalam mendukung Perpres No. 40 Tahun 2023 tentang percepatan penyediaan bioetanol.

“Jika dimanfaatkan secara optimal, biomassa dari kelapa sawit bisa menjadi kekuatan besar dalam transisi energi bersih kita,” tambahnya.

BACA JUGA: Ekspor Produk Sawit Turun Tajam di April 2025, Tapi Nilai Kumulatif Masih Tumbuh Positif

Tidak berhenti pada tataran gagasan, Roni dan timnya di BRIN juga telah mengembangkan dua teknologi penting untuk mendukung efisiensi konversi biomassa. Pertama, portable delignification reactor, yakni reaktor skala laboratorium yang dirancang untuk eksperimen paralel. Kedua, screw continuous reactor (SCR) skala pilot, yang memungkinkan pemrosesan biomassa secara kontinu dengan efisiensi tinggi dan emisi lebih rendah.

Teknologi delignifikasi ini berfungsi memisahkan lignin dari selulosa, sehingga meningkatkan hasil konversi biomassa menjadi bioetanol. “Ini bukan sekadar eksperimen. Kami berharap teknologi ini bisa dihilirisasi dan diterapkan secara nyata oleh industri, terutama di kawasan penghasil sawit,” kata Roni.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com