MSPO pun Diakui Internasional, Malaysia Gaet Pengakuan Eropa Utara

oleh -2.943 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Menteri Perkebunan dan Komoditas, Datuk Seri Johari Abdul Ghani.

InfoSAWIT, JAKARTA — Malaysia kembali mencatat pencapaian penting dalam perdagangan internasional dan pengakuan atas keberlanjutan industri sawitnya. Pada 23 Juni 2025, negara tersebut resmi menandatangani Malaysia-European Free Trade Association Economic Partnership Agreement (MEEPA) bersama dengan negara-negara anggota EFTA, yakni Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.

Perjanjian ekonomi ini bukan hanya memperkuat hubungan dagang antara Malaysia dan negara-negara EFTA, tetapi juga mempertegas posisi Malaysia sebagai pemimpin dalam produksi sawit berkelanjutan. Salah satu poin utama dari kesepakatan tersebut adalah pemberian tarif preferensial untuk produk sawit Malaysia yang bersertifikat Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO), dengan skema tarif kuota yang memungkinkan pemotongan tarif impor antara 20% hingga 40% tergantung jenis produk.

Pengakuan terhadap MSPO sebagai prasyarat utama untuk memperoleh tarif preferensial menjadi sinyal kuat bahwa standar keberlanjutan nasional Malaysia kini semakin diakui di panggung global. Dengan MSPO sebagai landasan, eksportir sawit Malaysia memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar EFTA dengan tarif yang lebih bersaing.

BACA JUGA: Pekebun Sawit Batubara Kunjungi Kebun SIPEF dalam Program Pelatihan BPDP, Belajar dari yang Terbaik

Sebagai bagian dari perjanjian ini, Malaysia dan negara-negara EFTA juga menyepakati Joint Statement on Sustainable Palm Oil, sebuah deklarasi bersama yang memperkuat kepercayaan internasional terhadap rantai pasok sawit Malaysia yang bersertifikat dan bebas deforestasi.

MEEPA disebut memberikan tiga manfaat strategis bagi industri sawit Malaysia. Pertama, memberikan pengurangan tarif bagi produk bersertifikat MSPO. Kedua, mengukuhkan MSPO sebagai standar nasional yang diakui internasional. Ketiga, memperkuat komitmen transparansi, keterlacakan, dan pasokan yang bebas dari deforestasi.

Menteri Perladangan dan Komoditas Malaysia, YB Dato’ Seri Johari Abdul Ghani, menyatakan bahwa MEEPA menjadi tonggak penting yang juga akan menjadi acuan dalam perundingan Free Trade Agreement (FTA) antara Malaysia dan Uni Eropa.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 25 Juni-1 Juli 2025 Turun Tipis

“Perjanjian ini menjadi referensi penting dalam posisi Malaysia pada negosiasi FTA dengan 27 negara anggota Uni Eropa,” ujar Johari dalam pernyataan resmi ditulis InfoSAWIT, Jumat (27/6/2025).  Lebih lanjut kata Johari, Kementerian juga akan terus bekerja erat dengan Kementerian Investasi, Perdagangan dan Industri (MITI) untuk memastikan bahwa kepemimpinan Malaysia dalam keberlanjutan. “Khususnya melalui MSPO, tercermin dan dilindungi dalam semua perjanjian dagang ke depan, termasuk dengan Uni Eropa,” ungkap Johari.

Dengan pengakuan resmi atas MSPO, industri sawit Malaysia dari skala kecil hingga besar diperkirakan akan semakin kompetitif di pasar global yang kini makin menuntut keberlanjutan. Tak hanya membuka akses pasar, tetapi juga menempatkan Malaysia dalam posisi strategis dalam perdagangan produk berbasis sawit yang bertanggung jawab secara lingkungan.

MEEPA sekaligus mempertegas komitmen Malaysia terhadap perdagangan produk sawit yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan bebas deforestasi — sebuah pendekatan yang kini menjadi keharusan dalam pasar global, terutama di kawasan Eropa.

BACA JUGA: MPOB Dorong Komersialisasi Inovasi Sawit, Pemerintah Ajak Pelaku Industri Tingkatkan Kolaborasi Riset

Langkah ini menunjukkan bahwa Malaysia tidak hanya menjaga eksistensi komoditas sawit sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga mengarahkan industri ke jalur yang semakin hijau dan bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com