Dilansir InfoSAWIT dari MPOC Sabtu (5/7/2025), dibandingkan dengan lilin berbasis parafin yang berasal dari minyak bumi, lilin dari bahan sawit menawarkan keunggulan nyata: waktu bakar lebih lama, produksi jelaga lebih minim, dan bebas dari zat kimia berbahaya seperti benzena dan toluena. Karakteristik ini membuatnya lebih aman digunakan di dalam ruangan, termasuk untuk produk-produk lilin aromaterapi dan dekoratif.
Palm wax juga memiliki daya serap aroma yang baik dan menghasilkan tekstur halus serta tampilan estetis yang cocok untuk berbagai bentuk lilin, mulai dari lilin kontainer hingga pilar.
Salah satu nilai jual utama lilin berbahan minyak sawit adalah keberlanjutannya. Minyak sawit merupakan sumber daya yang dapat diperbarui dan secara signifikan lebih ramah lingkungan dibandingkan parafin berbasis fosil. Produk minyak sawit asal Malaysia juga umumnya telah bersertifikasi MSPO (Malaysian Sustainable Palm Oil), menjamin bahwa produk tersebut diproduksi secara lestari dan dapat ditelusuri asal-usulnya.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumatera Barat Periode I-Juli 2025 Tertinggi Rp 3.326,24 per kg
“Dengan pasar yang terus tumbuh, terutama dari kalangan konsumen sadar lingkungan dan penggemar produk alami, lilin berbasis minyak sawit memiliki peluang besar untuk menjadi pilihan utama di seluruh dunia,” tulis Hajar Shamsudin dalam analisanya. (T2)
