Dengan menerapkan prinsip Good Agricultural Practices dan pendekatan profesional, Agrinas berupaya menjaga keberlanjutan nilai ekonomi dari aset-aset ini.
Salah satu peserta pembekalan, Kolonel Arm (Purn) M. Jajar, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Ia menilai arahan yang disampaikan sangat membumi dan relevan dengan kondisi tugas yang akan mereka hadapi di lapangan.
“Materinya sangat menggugah dan memberi arah yang jelas tentang peran, wewenang, serta tanggung jawab kita. Kita harus bekerja dengan dedikasi tinggi, tidak lengah, dan jangan sampai menjadi beban tim,” ungkap Jajar.
BACA JUGA: Sawit Rakyat Bangkit! BPDP dan Ditjenbun Bekali Pekebun Batubara Ilmu Kelas Dunia
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika kerja dan sikap profesional dalam menjalankan amanah. Bagi Jajar, nilai-nilai seperti Saptamarga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI harus tetap menjadi pedoman moral, meskipun tugas kini berada di dunia sipil.
“Jangan menjadi toksik, parasit, atau benalu. Kita harus jadi bagian dari solusi, bukan masalah. Itu yang akan membuat kita dihormati di lapangan,” ujarnya dengan tegas.
Senada dengan Jajar, Kolonel TNI (Purn) Akhmad Amroji yang akan ditugaskan ke Kalimantan Tengah mengungkapkan bahwa arahan yang diberikan oleh para Direksi sangat bermanfaat sebagai bekal awal menghadapi tugas di lapangan.
BACA JUGA: Zulham S. Koto, Menjahit Cita-Cita Energi Bangsa dari Kebun Sawit Agrinas
“Arahannya jelas dan memberi pemahaman yang komprehensif. Kami jadi lebih siap secara mental dan profesional untuk menghadapi tantangan di wilayah,” kata Amroji. (T2)
