Kemenperin: Hilirisasi, Digitalisasi, dan Sustainability Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

oleh -2.753 Kali Dibaca
Penulis: InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ir. Putu Juli Ardika, MA.

InfoSAWIT, BANDUNG – Gelaran 3rd Technology and Talent Palm Oil Mill Indonesia (TPOMI) 2025 resmi memasuki hari terakhir pada Rabu, 10 Juli 2025. Acara ini menghadirkan para pemangku kepentingan strategis, mulai dari regulator hingga pelaku industri, guna membahas masa depan industri kelapa sawit Indonesia yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Ir. Putu Juli Ardika, MA, saat membuka sesi hari ketiga menegaskan pentingnya dukungan terhadap pasokan bahan baku industri, khususnya Crude Palm Oil (CPO) dan biomassa kelapa sawit yang memadai, berkualitas, dan berkelanjutan.

Menurutnya, adopsi teknologi dan inovasi merupakan langkah strategis yang tak bisa ditunda lagi. “Di tengah keterbatasan ekspansi lahan, peningkatan produktivitas harus ditempuh melalui optimalisasi tiga pilar teknologi: hardware, humanware, dan infoware,” ujar Putu, dikutip dalam keterangan yang diterima InfoSAWIT.

BACA JUGA: 

Pada aspek hardware, Kemenperin mendorong penggunaan teknologi fisik yang ramah lingkungan di sektor pengolahan sawit, salah satunya melalui penerapan Steamless POME-Less Palm Oil Technology (SPPOT). Teknologi ini menjadi prioritas dalam upaya menurunkan emisi dan limbah industri sawit.

“Kami telah menyiapkan ekosistem pendukung untuk pengembangan SPPOT, mulai dari kemudahan perizinan industri, program restrukturisasi (dengan skema reimburse hingga 35% dari harga mesin/peralatan), standarisasi produk, hingga pembiayaan investasi pabrik rendah karbon,” jelas Putu.

Sementara itu, aspek humanware difokuskan pada peningkatan kompetensi sumber daya manusia industri melalui program pendidikan vokasi dan pelatihan tenaga kerja. Upaya ini dilakukan untuk menciptakan sinergi antara kebutuhan industri dan kesiapan tenaga kerja, sejalan dengan konsep link and match.

Adapun aspek infoware menekankan pada digitalisasi industri sawit dalam kerangka Indonesia 4.0, melalui pengembangan platform digital. Salah satu inisiatifnya adalah SIPROSATU, yang dirancang sebagai tulang punggung data neraca massa pabrik kelapa sawit. “Platform ini juga akan dilengkapi dengan regulasi yang mewajibkan pelaku industri melaporkan kinerja usahanya secara digital,” ujar Putu.

Tak hanya itu, Kemenperin juga tengah mengembangkan SIINas (Sistem Informasi Industri Nasional) untuk memperkuat integrasi data industri nasional. Menurut Putu, transformasi digital ini akan meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan transparansi, sekaligus mendukung iklim usaha yang lebih pasti dan berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Lila Harsyah Bakhtiar, Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan Kemenperin, menyatakan bahwa hilirisasi merupakan tema utama dalam pengembangan industri kelapa sawit nasional. “Penguatan hilirisasi menjadi kunci untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus mendorong nilai tambah di dalam negeri,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara teknologi, SDM, dan digitalisasi, TPOMI 2025 menegaskan pentingnya transformasi menyeluruh dalam industri sawit nasional untuk menghadapi tantangan masa depan secara inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintah memiliki visi ke depan, targetnya di 2029 nilainya 1000 Triliun, bisa meningkatkan nilai tamah dengan digitalisasi para pengusahan bisa berbisnis lebih nyaman karena semua tersistem secara digital,” ujar Lila.

Untuk mencapai hal tersebut, Putu Juli Ardika dalam wawancaranya bersama media menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan upaya yang luar biasa, mulai dari hilirisasi, yaitu meningkatkan nilai tambah produk sawit.

“Kemarin-kemarin kita masih belum concern terhadap biomassa dan hanya lebih banyak fokus kepada minyaknya. Nanti ke depan kita akan lebih fokus ke biomassa, bahan bakar. Tapi banyak sekali ke depannya, kalau sekarang per metrik tonnya 40-80 USD nanti kita tingkatkan menjadi 100 lebih,” kata Puti Juli Ardika.

Acara 3rd TPOMI menurut Putu Juli Ardika menjadi ajang untuk memperlihatkan bahwa level digitalisasi pada industry sawit terus naik dan sudah siap untuk diimplementasikan di pabrik maupun perkebunan.

“Di sini banyak mesin-mesin yang bisa megoptimalisasi ide-ide baru yang menggantikan teknologi lama untuk lebih efisien,” pungkasnya. (T3)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com