Skema beasiswa ini terbuka untuk 200 peserta di gelombang pertama, dengan kemungkinan penambahan kuota jika respons tinggi. Pendaftaran akan ditutup pada 15 Agustus 2025, sesuai kalender akademik yang telah dilaporkan ke Kementerian Pendidikan.
“Program ini bukan hanya soal gelar. Ini tentang bagaimana menciptakan efek nyata di lingkungan kebun. Kita ingin para lulusan bisa menyampaikan gagasan ke manajemen, membentuk unit PAUD, koperasi, atau jadi komunikator yang andal di lapangan,” tutup Jamalul.
Kerja sama IPS dan Institut Nalanda menjadi contoh konkret kolaborasi pendidikan dan sektor industri yang inklusif—menjangkau mereka yang selama ini terpinggirkan dari akses pendidikan tinggi. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung hubungi sekretariat IPS atau ke Institut Nalanda. (T2)
