Limbah Sawit Bisa Jadi Bahan Superkapasitor, BRIN Dorong Kemandirian Energi Bersih

oleh -5.411 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS), kini dinilai punya potensi besar sebagai material karbon ramah lingkungan untuk perangkat penyimpan energi masa depan.

InfoSAWIT, JAKARTA – Superkapasitor kian dipandang sebagai teknologi kunci dalam mendukung kemandirian energi nasional. Menariknya, limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) kini dinilai punya potensi besar sebagai material karbon ramah lingkungan untuk perangkat penyimpan energi masa depan.

Isu tersebut mengemuka dalam webinar SISTEM #5 bertema “Advances in Supercapacitor Devices: From Microstructure Engineering to Biomass-Derived Carbon Material” yang digelar pada Selasa (26/8) lalu. Kepala Pusat Riset Elektronika (PRE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Yusuf Nur Wijayanto, menegaskan riset superkapasitor menjadi bagian penting dari agenda transisi energi bersih nasional.

“Pemanfaatan limbah biomassa kelapa sawit sebagai material karbon ramah lingkungan, ditambah strategi rekayasa mikrostruktur, berpotensi besar meningkatkan performa superkapasitor,” ujarnya. Ia berharap riset ini mampu memperkuat ekosistem inovasi energi bersih melalui kolaborasi lintas lembaga dan pemangku kepentingan.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Naik ke US$ 954,71/MT, Bea Keluar Ditahan di US$ 124/MT, PE Dikenakan 10%

Dalam kesempatan itu, Profesor Riset BRIN, Rike Yudianti, menyoroti potensi TKKS sebagai bahan baku bernilai tinggi. Seiring meningkatnya produksi sawit, TKKS dapat diolah menjadi porous carbon graphite, nanocellulose, dan nano-silica—tiga material yang menjadi kunci pengembangan energi berkelanjutan.

Rike menjelaskan, superkapasitor berbasis TKKS terbukti memiliki kinerja yang stabil bahkan setelah ribuan siklus penggunaan. “Target riset kami adalah menghasilkan perangkat dengan performa setara baterai, namun berbahan karbon yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya dilansir InfoSAWIT dari BRIN, Selasa (2/9/2025).

Sejalan dengan itu, Guru Besar Fisika Universitas Negeri Malang, Prof. Markus Diantoro, menekankan pentingnya modifikasi mikrostruktur dalam meningkatkan kinerja superkapasitor. “Rekayasa ini membuka peluang menghadirkan perangkat dengan kapasitas lebih besar dan efisien, sehingga dapat memaksimalkan penyimpanan energi terbarukan,” katanya.

BACA JUGA: Awas Jangan Dipangkas, Pakis Nephrolepis Biserrata Justru Bermanfaat di Kebun Sawit

Dengan dukungan inovasi riset material berbasis biomassa lokal, superkapasitor bukan hanya menjawab kebutuhan penyimpanan energi masa depan, tetapi juga menjadi solusi strategis untuk memanfaatkan potensi besar sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia dalam mendukung transisi energi bersih yang berkelanjutan. (T2)

 

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com