InfoSAWIT, JAKARTA – Superkapasitor kian dipandang sebagai teknologi kunci dalam mendukung kemandirian energi nasional. Menariknya, limbah tandan kosong kelapa sawit (TKKS) kini dinilai punya potensi besar sebagai material karbon ramah lingkungan untuk perangkat penyimpan energi masa depan.
Isu tersebut mengemuka dalam webinar SISTEM #5 bertema “Advances in Supercapacitor Devices: From Microstructure Engineering to Biomass-Derived Carbon Material” yang digelar pada Selasa (26/8) lalu. Kepala Pusat Riset Elektronika (PRE) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Yusuf Nur Wijayanto, menegaskan riset superkapasitor menjadi bagian penting dari agenda transisi energi bersih nasional.
“Pemanfaatan limbah biomassa kelapa sawit sebagai material karbon ramah lingkungan, ditambah strategi rekayasa mikrostruktur, berpotensi besar meningkatkan performa superkapasitor,” ujarnya. Ia berharap riset ini mampu memperkuat ekosistem inovasi energi bersih melalui kolaborasi lintas lembaga dan pemangku kepentingan.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Naik ke US$ 954,71/MT, Bea Keluar Ditahan di US$ 124/MT, PE Dikenakan 10%
Dalam kesempatan itu, Profesor Riset BRIN, Rike Yudianti, menyoroti potensi TKKS sebagai bahan baku bernilai tinggi. Seiring meningkatnya produksi sawit, TKKS dapat diolah menjadi porous carbon graphite, nanocellulose, dan nano-silica—tiga material yang menjadi kunci pengembangan energi berkelanjutan.
Rike menjelaskan, superkapasitor berbasis TKKS terbukti memiliki kinerja yang stabil bahkan setelah ribuan siklus penggunaan. “Target riset kami adalah menghasilkan perangkat dengan performa setara baterai, namun berbahan karbon yang lebih ramah lingkungan,” ungkapnya dilansir InfoSAWIT dari BRIN, Selasa (2/9/2025).
Sejalan dengan itu, Guru Besar Fisika Universitas Negeri Malang, Prof. Markus Diantoro, menekankan pentingnya modifikasi mikrostruktur dalam meningkatkan kinerja superkapasitor. “Rekayasa ini membuka peluang menghadirkan perangkat dengan kapasitas lebih besar dan efisien, sehingga dapat memaksimalkan penyimpanan energi terbarukan,” katanya.
BACA JUGA: Awas Jangan Dipangkas, Pakis Nephrolepis Biserrata Justru Bermanfaat di Kebun Sawit
Dengan dukungan inovasi riset material berbasis biomassa lokal, superkapasitor bukan hanya menjawab kebutuhan penyimpanan energi masa depan, tetapi juga menjadi solusi strategis untuk memanfaatkan potensi besar sektor perkebunan kelapa sawit Indonesia dalam mendukung transisi energi bersih yang berkelanjutan. (T2)
