InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru yang menunjukkan kinerja ekspor minyak sawit Indonesia terus mencatatkan pertumbuhan positif. Berdasarkan Berita Resmi Statistik pada 1 September 2025, pangsa ekspor crude palm oil (CPO) dan turunannya pada periode Januari–Juli 2025 mencapai 9,21% dari total ekspor nasional.
Dari sisi volume, ekspor CPO dan produk turunannya tumbuh signifikan sebesar 10,95%. Jika pada periode Januari–Juli 2024 volume ekspor hanya sekitar 12,29 juta ton, maka pada periode yang sama tahun ini melonjak menjadi 13,64 juta ton.
Seiring dengan kenaikan volume, nilai perdagangan CPO juga terkerek naik. Pada Januari–Juli 2024, nilai perdagangan CPO dan turunannya tercatat sebesar US$ 864,07 juta. Namun, pada periode Januari–Juli 2025, angkanya menembus US$ 1,04 miliar atau naik 20,68% dibanding tahun sebelumnya.
Masuh merujuk laporan BPS, India masih menjadi salah satu pasar utama bagi komoditas nonmigas Indonesia. Total ekspor nonmigas ke Negeri Bollywood mencapai US$ 10,87 miliar pada Januari–Juli 2025. Dari jumlah tersebut, bahan bakar mineral (HS 27) mendominasi dengan nilai US$ 3,30 miliar atau 30,39%, diikuti lemak dan minyak hewani/nabati (HS 15) sebesar US$ 2,20 miliar atau 20,26%, serta besi dan baja (HS 72) senilai US$ 950 juta atau 8,73%.
Kinerja ini menegaskan peran strategis CPO sebagai salah satu komoditas andalan Indonesia di pasar global, sekaligus menjadi motor penggerak utama ekspor nonmigas, khususnya ke negara mitra dagang utama seperti India. (T2)
