Pakar Ingatkan Risiko jika Mandatori Biodiesel B50 Diterapkan Terlalu Cepat

oleh -3.349 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi biodiesel sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Rencana implementasi mandatori biodiesel B50 pada 2026 menuai catatan kritis dari kalangan pakar energi. Sejumlah pihak menilai langkah tersebut terlalu terburu-buru dan berisiko menimbulkan masalah teknis maupun psikologis jika uji coba jalan (road test) tidak dilakukan secara komprehensif.

Anggota Pusat Studi Ketahanan Energi Universitas Pertahanan, Akhmad Hanan, menekankan pentingnya evaluasi mendalam sebelum B50 resmi diimplementasikan. Menurutnya, road test yang dipercepat tidak memberi cukup waktu untuk mengkaji dampak jangka panjang penggunaan biodiesel, terutama pada kendaraan berat seperti truk dan bus.

“Kalau implementasi B50 dilakukan terlalu cepat, ada beberapa masalah teknis yang perlu diwaspadai. Permasalahan ini sebetulnya harus dikaji dengan melibatkan institusi pendidikan, litbang, dan industri manufaktur,” kata Akhmad, dilansir InfoSAWIT dari Bloomberg Technoz, Senin (22/9/2025).

BACA JUGA: Bumitama Targetkan Tutupan Hutan 44% pada 2025

Ia menjelaskan, pengalaman di Brasil dan Uni Eropa menunjukkan penggunaan biodiesel dengan kandungan Fatty Acid Methyl Ester (FAME) tinggi memiliki sifat fisik dan kimia yang berbeda dari solar murni. Kekentalan (viscosity) yang lebih tinggi serta titik tuang (pour point) yang lebih besar berpotensi memengaruhi sistem injeksi bahan bakar, terutama pada kendaraan yang tidak dirancang untuk kadar biodiesel setinggi B50.

Lebih jauh, Akhmad mengingatkan adanya risiko penumpukan deposit pada injektor, filter, dan ruang bakar, yang bisa menurunkan performa mesin sekaligus meningkatkan biaya perawatan. Di sisi distribusi, biodiesel yang mudah menyerap air dan rentan teroksidasi dinilai rawan menimbulkan masalah mikroba atau sludge dalam tangki penyimpanan.

“Di wilayah dingin atau pegunungan, biodiesel dengan campuran FAME tinggi bisa menghadapi masalah cold flow, yakni mengental atau membeku sehingga mengganggu suplai bahan bakar. Kalau distribusi dan infrastruktur penyimpanan belum siap, risikonya makin besar,” tegasnya.

BACA JUGA: ESDM Cabut 190 Izin Tambang, 15 Perusahaan di Sulawesi Tengah Terdampak

Peringatan serupa juga muncul terkait kepercayaan publik. Menurut Akhmad, bila transisi ke B50 menimbulkan gangguan teknis, dampaknya bisa merusak persepsi masyarakat terhadap program energi hijau berbasis sawit yang sejatinya strategis untuk jangka panjang.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com