Indonesia dan Uni Eropa Resmikan Kesepakatan Substantif IEU-CEPA: Babak Baru Perdagangan dan Investasi

oleh -3.259 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Humas Kemenko/Setelah hampir satu dekade, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan substantif dalam Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

InfoSAWIT, BALI – Setelah hampir satu dekade melewati jalan panjang perundingan, Indonesia dan Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan substantif dalam Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Penandatanganan bersejarah ini dilakukan di Bali, Selasa (23/9), menjadi tindak lanjut nyata dari pengumuman kesimpulan CEPA yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen di Brussel, Juli lalu.

Dengan kesepakatan ini, Indonesia menempati posisi strategis menyusul Singapura dan Vietnam yang lebih dulu meneken CEPA dengan Uni Eropa. Tak hanya membuka jalan persaingan yang lebih adil, capaian ini juga menegaskan posisi Indonesia di kancah perdagangan global.

“Dari putaran pertama di Brussels, September 2016, hingga hari ini di Bali, perjalanan sembilan tahun ini membawa kita ke tonggak bersejarah. IEU-CEPA mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kemitraan ekonomi yang terbuka, adil, dan berkelanjutan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers bersama Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Komisi Eropa, Maroš Šefčovič, dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Senin (29/9/2025).

BACA JUGA: Bumitama Perluas Program Sekolah Desa Berdaya ke Kalimantan Tengah

 

Manfaat Konkret untuk Perdagangan

Kesepakatan IEU-CEPA mencakup liberalisasi besar-besaran di sektor barang, jasa, dan investasi. Kedua pihak sepakat menghapuskan tarif pada lebih dari 98% jenis tarif dan 99% dari total nilai impor. Begitu diberlakukan, produk Indonesia langsung mendapat akses bebas tarif di 90,40% pasar Uni Eropa, dengan pengurangan tarif tambahan secara bertahap.

Komoditas ekspor utama seperti minyak sawit, kopi, tekstil, pakaian jadi, alas kaki, dan furnitur diproyeksikan terdongkrak signifikan. Bahkan, IEU-CEPA juga membuka jalan bagi ekspor produk berteknologi tinggi—mulai dari ponsel pintar hingga perangkat telekomunikasi—yang diharapkan memperkuat diversifikasi ekspor dan daya saing industri nasional.

“Merupakan kehormatan bisa berdiri di sini bersama Menteri Airlangga. Kepemimpinan politik yang kuat dan kerja keras tim negosiasi Indonesia berperan besar dalam tercapainya momen bersejarah ini,” kata Komisioner Maroš.

BACA JUGA: Poltek CWE Wisuda 166 Lulusan, Cetak Profesional Sawit Siap Kerja

Selain perdagangan, Uni Eropa—yang telah menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia—menegaskan komitmennya untuk memperluas investasi di berbagai sektor, mulai dari kimia, farmasi, perhotelan, hingga industri makanan. Kesepakatan IEU-CEPA diharapkan memberi kepastian regulasi, mendorong transfer teknologi, dan mengintegrasikan Indonesia ke rantai pasok global.

Tak kalah penting, IEU-CEPA turut memuat bab khusus mengenai perdagangan digital. Fitur ini dinilai sejalan dengan tren global dan inisiatif Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang diusung ASEAN di bawah kepemimpinan Indonesia. Kehadiran klausul digital akan membuka ruang lebih luas bagi pengembangan ekonomi digital, baik di tingkat regional maupun global.

 

Dampak Ekonomi Nasional

Pemerintah memperkirakan implementasi IEU-CEPA mampu mendongkrak ekspor Indonesia ke Uni Eropa hingga 60% di awal penerapan, disertai peningkatan pendapatan nasional sebesar USD 2,8 miliar. Lebih jauh, kesepakatan ini diproyeksikan menciptakan jutaan lapangan kerja baru, terutama di sektor padat karya, dan memberi dampak langsung pada sekitar 5 juta pekerja Indonesia.

BACA JUGA: Solidaridad Dorong Pertanian Regeneratif untuk Atasi Stagnasi Produktivitas Sawit Rakyat

Kesepakatan ini juga sejalan dengan agenda paket ekonomi pemerintah, mulai dari revitalisasi pariwisata, penguatan industri padat karya, insentif bagi UMKM, hingga perlindungan sosial yang menopang daya beli masyarakat.

Menko Airlangga menegaskan, implementasi IEU-CEPA akan didukung oleh reformasi kebijakan dan deregulasi yang terus digulirkan pemerintah. “Dengan pengumuman bersama atas kesimpulan substantif IEU-CEPA, dimulailah era baru dalam hubungan bilateral. Kesepakatan ini menghubungkan 723 juta penduduk dari kedua kawasan, dengan nilai lebih dari USD 21 triliun,” tegasnya.

Penandatanganan ini turut disaksikan Duta Besar RI untuk Brussel dan Uni Eropa, Dubes Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, 21 Duta Besar negara anggota Uni Eropa, serta jajaran pejabat tinggi kementerian dan lembaga terkait. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com