Selain itu, GAPKI juga akan mendukung industri minyak sawit India melalui transfer pengetahuan teknis, fasilitasi perdagangan, hingga kampanye manfaat ekonomi dan gizi minyak sawit. SEA dan APOA, di sisi lain, akan membuka akses pasar, menjembatani jejaring industri, dan mengundang GAPKI dalam berbagai konferensi maupun seminar internasional.
Untuk memastikan implementasi berjalan efektif, dibentuk Kelompok Kerja Bersama. Badan ini bertugas menyusun rencana kerja tahunan, menetapkan indikator kinerja utama (KPI), dan menerbitkan laporan kemajuan secara reguler. Dengan begitu, setiap agenda dapat terukur dan berorientasi hasil.
Lebih dari sekadar dokumen, MoU ini mencerminkan semangat baru kolaborasi regional. Di tengah meningkatnya kebutuhan pangan global dan tuntutan praktik berkelanjutan, kerja sama tiga pihak ini memberi sinyal bahwa Asia siap mengambil peran lebih besar dalam mengamankan pasokan sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif.
BACA JUGA: Bumitama Perluas Program Sekolah Desa Berdaya ke Kalimantan Tengah
Seperti yang ditegaskan para pemimpin asosiasi, minyak sawit bukan hanya urusan perdagangan, tetapi juga tentang membangun jembatan ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dengan langkah strategis ini, India, Indonesia, dan sekutu Asia lainnya mengukuhkan diri sebagai motor penting dalam memastikan masa depan minyak sawit yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (T2)
