BPDP Dukung Konferensi Petani Sawit IPOSC ke-5 di Kalbar

oleh -3.060 Kali Dibaca
Editor: InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran petani sawit dengan mendukung penyelenggaraan 5th Indonesia Palm Oil Smallholders Conference, Expo & Field Trip (IPOSC).

InfoSAWIT, KUBU RAYA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran petani sawit dengan mendukung penyelenggaraan 5th Indonesia Palm Oil Smallholders Conference, Expo & Field Trip (IPOSC) yang digelar Perkumpulan Petani Kelapa Sawit Jaya Indonesia (POPSI) di Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada 24–26 September 2025.

Rangkaian kegiatan IPOSC ke-5 tidak hanya menghadirkan konferensi dan pameran, tetapi juga lomba angkat tandan buah segar (TBS) serta kunjungan lapangan ke Koperasi Produsen Jasa Usaha Sempurna di Kubu Raya. Diskusi terbagi dalam enam sesi dengan fokus pada tema-tema strategis, mulai dari kemitraan dalam pengembangan sawit, keberlanjutan, peremajaan sawit rakyat (PSR), sarana-prasarana perkebunan, hilirisasi, inovasi, hingga penerapan smart farming.

Mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Heronimus Hero menegaskan pentingnya sektor sawit dalam perekonomian daerah. “Sekitar 20 persen PDRB Kalimantan Barat berasal dari pertanian, dengan dominasi sawit. Saat ini ada 368 perusahaan sawit dengan konsesi 3 juta hektare, dan 1,7 juta hektare sudah ditanami. Ke depan, Pemprov menargetkan pengembangan hingga 3,9 juta hektare,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (1/10/2025).

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Oktober 2025 Naik, Pemerintah Tetapkan BK US$ 124/MT, PE 10%

Dari sisi kelembagaan, BPDP melalui Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM, Helmi Muhansah, menekankan dukungan lembaga terhadap peningkatan kapasitas pekebun. Program yang dijalankan mencakup PSR, penyediaan sarana dan prasarana, beasiswa, pelatihan, hingga penguatan UMKM sawit. “Selain memperkuat aspek hulu, petani juga bisa mendiversifikasi pendapatan lewat produk turunan sawit yang dikelola dalam skala UMKM. Sejumlah produk petani sudah masuk ke dalam katalog 100 Produk UMKM Sawit dan Turunannya,” jelas Helmi.

Ia menambahkan, pengembangan UMKM sawit juga sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen melalui peningkatan konsumsi dalam negeri. “Diversifikasi produk turunan sawit dapat menjadi motor baru untuk memperluas sumber pendapatan petani sekaligus mendukung ekonomi nasional,” katanya.

Tercatat, sebanyak 25 stand pameran ikut serta dalam IPOSC ke-5, mulai dari produsen kecambah, pupuk, pestisida, alat dan mesin perkebunan, jasa perkebunan, hingga organisasi petani. Selama tiga hari penyelenggaraan, acara ini menarik sekitar 800 peserta dari kalangan petani, pekebun, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

BACA JUGA: Tersandera Harga dan Legalitas, Jalan Terjal Peremajaan Sawit Rakyat

BPDP sendiri menghadirkan berbagai produk UMKM sawit dari katalog 100 Produk UMKM serta menampilkan program pendukung untuk petani. Tidak hanya itu, BPDP juga menggelar sesi interaktif di booth mereka berupa pertanyaan edukatif mengenai pemanfaatan produk sawit sehari-hari, yang mendapat antusiasme lebih dari 250 pengunjung. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com