InfoSAWIT, MEULABOH – Mahasiswa Program Studi Teknologi Hasil Pertanian (THP) Universitas Teuku Umar (UTU) berhasil mengembangkan bigels berbasis minyak kelapa sawit sebagai alternatif pengganti lemak padat (solid fat) dalam produk pangan, khususnya pada produk bakery. Inovasi ini merupakan bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Ketua tim peneliti, Ummu Cahyati, menjelaskan bahwa ide riset ini lahir dari meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat, terutama dalam konsumsi produk bakery rendah lemak.
“Selama ini, banyak produk bakery menggunakan butter yang tinggi lemak jenuh atau margarin yang mengandung lemak trans. Melalui riset ini, kami ingin menghadirkan alternatif lemak yang lebih sehat, berbasis nabati, serta memanfaatkan potensi besar minyak kelapa sawit Indonesia,” ujar Ummu dilansir InfoSAWIT dari UTU, Jumat (17/101/2025).
BACA JUGA: Dari Mandiri Menjadi Mitra, Petani Sawit Menuju Kemakmuran Berkelanjutan
Menurut Ummu, penelitian ini tidak hanya mendukung gaya hidup sehat, tetapi juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 (Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan) melalui pengurangan konsumsi lemak jenuh dan trans, serta SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur Industri) lewat penciptaan produk solid fat yang lebih ekonomis untuk industri bakery.
Bigels sendiri merupakan sistem koloid gabungan antara oleogel dan hidrogel yang menghasilkan tekstur mirip lemak padat namun memiliki profil asam lemak yang lebih sehat. Dalam penelitian ini, minyak kelapa sawit dikombinasikan dengan polimer hidrogel seperti karagenan, CMC, dan sodium alginat. Formula terbaik bigels sawit kemudian diujikan pada produk kukis, mencakup uji fisik, kimia, mikrostruktur, dan sensori untuk menilai kualitas serta penerimaannya di kalangan konsumen.
Tim riset yang terdiri atas Indayatul Rahmi, Irsa Seri Mulia, Bella Sabrina, dan Umra Maheja menargetkan beberapa luaran, antara lain publikasi ilmiah internasional, akun edukasi Instagram @bigelsforbakery, serta prototipe produk kukis rendah lemak berbasis bigels sawit.
BACA JUGA: Prabowo Tegas Berantas Tambang dan Sawit Ilegal, 5 Juta Hektare Lahan Kembali ke Negara
Inovasi ini telah diperkenalkan dalam ajang Expo IBT UTU “Agromarine ArtTech and Herbal Innovation Fest 2025”, dan sukses menarik perhatian banyak pihak, termasuk Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil, S.H.
Riset yang berlangsung selama empat bulan (Juli–Oktober 2025) di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian UTU ini diharapkan menjadi langkah nyata menuju kemandirian bahan baku pangan nasional. Penggunaan bigels sawit tidak hanya berpotensi mengurangi ketergantungan pada butter impor, tetapi juga memperkuat industri pangan berkelanjutan serta membuka peluang terciptanya produk bakery sehat berbasis bahan lokal Indonesia. (T2)
