Fair Work Monitor: Suara Pekerja Sawit yang Mulai Didengar

oleh -2.205 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Merujuk CNV 38% pekerja sawit di Indonesia bahkan tidak memiliki kontrak.

Fair Work Monitor juga menyoroti bahwa upah minimum tidak cukup untuk menjamin kehidupan layak, dan konsep upah hidup (living wage) perlu mempertimbangkan konteks lokal secara lebih realistis. Data berbasis pekerja menjadi kunci dalam memahami biaya hidup sebenarnya dan memperkuat dialog sosial yang berbasis bukti lapangan.

Laporan ini menyerukan aksi bersama lintas rantai pasok sawit. Para pelaku usaha didorong untuk memprioritaskan pekerja rentan, memperjelas status kontrak, dan meningkatkan upah secara bertahap. Sementara itu, pembeli dan lembaga sertifikasi seperti RSPO diminta mengintegrasikan aspek upah layak ke dalam mekanisme pembelian dan sertifikasi, sekaligus mendukung dialog sosial yang inklusif.

Dengan peta jalan bertahap, pemantauan berkelanjutan, serta kolaborasi erat dengan serikat pekerja, sektor sawit Indonesia diharapkan dapat bergerak menuju sistem kerja yang lebih adil dan bermartabat—di mana setiap pekerja memperoleh upah yang cukup untuk hidup aman, sehat, dan bermartabat. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com