InfoSAWIT, RUSIA — Seorang akademisi terkemuka Rusia membantah anggapan bahwa minyak sawit memiliki efek berbahaya bagi kesehatan. Dilansir InfoSAWIT dari glavny.tv, Minggu (7/12/2025), Dmitry Nikityuk — Direktur Pusat Penelitian Federal untuk Nutrisi dan Bioteknologi sekaligus Akademisi Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia — menegaskan bahwa minyak sawit telah melalui kajian menyeluruh dan dinyatakan aman.
Nikityuk menjelaskan bahwa lembaganya telah melakukan penelitian ekstensif terhadap sifat mikrobiologis, komposisi kimia, serta profil asam lemak minyak sawit. Menurutnya, struktur asam lemak minyak sawit bahkan memiliki kemiripan dengan air susu ibu (ASI).
“Minyak sawit yang digunakan dalam berbagai produk, termasuk es krim hingga makanan bayi, telah diteliti secara komprehensif oleh Institute of Nutrition. Temuan ilmiah kami menunjukkan tidak ada alasan untuk mengecualikannya sebagai bahan pangan,” kata Nikityuk.
BACA JUGA: Kajian Sawit Watch: Sawit Lampaui Batas Ekologis, Moratorium Izin jadi Pilihan Terakhir
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi sejumlah inisiatif yang mencoba mendorong pelarangan minyak sawit, bahkan hingga ke tingkat legislasi. Nikityuk menilai bahwa isu-isu tersebut tidak sejalan dengan bukti ilmiah yang tersedia.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan mutu produk, mulai dari proses produksi hingga distribusi ke konsumen. Dalam konteks ini, ia menilai Rospotrebnadzor — badan pengawas konsumen Rusia — telah menjalankan fungsi tersebut dengan baik.
BACA JUGA: Kemenperin Sebut Tiga Bahan Baku Bioetanol Aman bagi Ketahanan Pangan, Biomassa Sawit Salah Satunya
Sementara itu, pemberitaan lanjutan dari para ahli penyakit menular di Rusia juga turut membahas perkembangan penyakit HIV dan bagaimana virus tersebut dapat berada dalam tubuh tanpa gejala dalam jangka panjang, meski topik tersebut tidak berkaitan langsung dengan isu minyak sawit. (T2)




















