InfoSAWIT, KUALA LUMPUR — Harga minyak sawit kembali menguat seiring meningkatnya prospek permintaan global, sementara para pelaku pasar terus memantau dampak banjir yang melanda sejumlah negara produsen utama.
Gnanasekar Thiagarajan, Head of Trading and Hedging Strategies di Kaleesuwari Intercontinental, mengatakan bahwa pembelian untuk kebutuhan musim festival mulai bergerak naik. Menurutnya, permintaan yang kuat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek serta bulan Ramadan pada awal 2026 diperkirakan akan menopang harga minyak sawit dalam beberapa waktu ke depan.
Selain itu, curah hujan tinggi dan banjir yang terjadi di berbagai kawasan Asia, termasuk Malaysia, berpotensi menghambat distribusi dan logistik. “Gangguan tersebut bisa menekan pasokan pada saat permintaan justru melesat,” ujar Thiagarajan.
Pergerakan Harga (Midday Trading):
- Harga CPO kontrak Februari di Bursa Malaysia Derivatives naik 0,9% menjadi 4.132 ringgit per ton.
- Harga berjangka mencatat kenaikan pada empat dari lima sesi terakhir.
- Minyak kedelai kontrak Januari di Chicago naik 0,5% menjadi 52,61 sen per pon.
- Minyak sawit olahan kontrak Januari di Dalian Commodity Exchange menguat 0,5% menjadi 8.692 yuan per ton.
- Minyak kedelai kontrak Januari di Dalian relatif stabil di 8.278 yuan per ton.
- Premi minyak kedelai atas minyak sawit berada di sekitar US$161 per ton, lebih tinggi dari rata-rata tahunan sekitar US$76.
- Premi minyak sawit terhadap gasoil berada di sekitar US$313 per ton, mendekati rata-rata tahunan US$314.
(T2)
Artikel ini disusun berdasarkan laporan Bloomberg dan diolah InfoSAWIT.




















