InfoSAWIT, ACEH UTARA – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram kembali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Aceh Utara. Sedikitnya lima kepala keluarga (KK) di wilayah Kecamatan Lhoksukon terpaksa menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer demi mendapatkan gas bersubsidi tersebut, namun upaya mereka berakhir sia-sia.
Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Aceh, Abubakar AR, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi tersebut. Ia mengaku menyaksikan langsung kesulitan warga saat melintas di Desa Ceubrek, Kecamatan Lhoksukon, pada Senin, 15 Desember 2025, sekitar pukul 17.00 WIB.
“Saya dihentikan oleh ibu-ibu rumah tangga dari Desa Ulee Tanoh. Mereka meminta tolong ditunjukkan tempat yang masih menjual gas elpiji 3 kilogram,” ujar Abubakar, kepada InfoSAWIT, Selasa (16/12/2205).
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Senin (15/12), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Melemah
Menurut keterangan para ibu rumah tangga tersebut, mereka menggunakan sepeda motor dan telah berkeliling ke sejumlah desa sekitar. Bahkan, pencarian gas elpiji dilakukan hingga ke Simpang Rangkaya, Kecamatan Tanah Luas, dengan jarak tempuh pulang-pergi sekitar 50 kilometer. Namun, gas elpiji yang dibutuhkan untuk memasak tidak juga didapatkan.
“Kami sudah ke mana-mana, Pak. Ini sudah mau magrib, kami belum dapat gas untuk memasak,” tutur salah seorang warga, sebagaimana ditirukan Abubakar.
Perbincangan itu turut disaksikan oleh Kepala Desa Ulee Tanoh, Herman. Ia membenarkan bahwa dirinya juga telah berkeliling seharian untuk mencari gas elpiji, namun hasilnya nihil. Kondisi tersebut dinilai semakin ironis ketika para ibu rumah tangga bahkan mengejar truk pengangkut elpiji di jalan Lhoksukon–Cot Girek, tepatnya di Kilometer 7 Desa Kumbang, Kecamatan Lhoksukon.
BACA JUGA: Menyibak Kuasa Negara di Balik Sengkarut Hak Tanah
“Namun mereka tidak bisa membeli karena jatah gas disebut sudah diperuntukkan bagi masyarakat desa setempat,” kata Abubakar.
Warga kemudian mendapat informasi bahwa ada truk elpiji yang sedang bongkar muatan di Desa Alue Leuhob, Kecamatan Cot Girek, yang berjarak sekitar 20 kilometer dari tempat tinggal mereka. Sayangnya, setibanya di lokasi, gas elpiji sudah habis, sebagaimana disampaikan pihak pangkalan.
“Kemana lagi kami harus mencari, Pak? Berapa pun harganya akan kami beli,” ungkap warga dengan nada putus asa.
BACA JUGA: DJP Buka Akses Data Lintas Instansi, Perketat Pengawasan Minerba dan Sawit
Abubakar menilai kondisi ini sangat memprihatinkan, mengingat setiap hari terdapat puluhan mobil pengangkut gas elpiji yang melintasi jalur Lhoksukon–Cot Girek menuju pangkalan-pangkalan. Namun, di sisi lain, masyarakat justru kesulitan mendapatkan gas bersubsidi.
“Ini bukan kejadian satu hari, tapi hampir setiap hari terjadi di Kabupaten Aceh Utara,” tegasnya.
