Prabowo Dorong Pengembangan Energi Terbarukan Berbasis Sawit untuk Kemandirian Papua

oleh -1.509 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong kemandirian energi dan pangan di Papua melalui pemanfaatan energi terbarukan dan pengembangan bioenergi.

InfoSAWIT, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong kemandirian energi dan pangan di Papua melalui pemanfaatan energi terbarukan dan pengembangan bioenergi. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan dalam rapat percepatan pembangunan Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Dalam arahannya, Presiden menyinggung semakin terjangkaunya teknologi energi surya yang dinilai sangat cocok untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Selain itu, ia juga menyebut potensi pembangkit listrik tenaga air skala kecil atau mini hydro yang kini kian berkembang dan dapat dimanfaatkan di daerah-daerah dengan akses terbatas.

“Teknologi tenaga surya sekarang sudah semakin murah. Ini solusi untuk daerah terpencil. Tenaga air juga ada yang skala mini dan bisa dipakai di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau,” ujar Presiden.

BACA JUGA: Pemprov Kalteng Komit Adopsi Integrasi Sapi Sawit, Genjot Produktivitas dan Kesejahteraan Peternak

Menurut Prabowo, pemanfaatan energi lokal akan memperkuat kemandirian daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pengiriman bahan bakar minyak (BBM) dari wilayah lain yang selama ini menimbulkan biaya tinggi. Ia menekankan pentingnya membangun sistem energi yang mandiri agar daerah tidak terus-menerus dibebani ongkos distribusi BBM.

Selain energi terbarukan, Presiden juga mendorong pengembangan sumber energi berbasis pertanian. Ia menyebut kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis yang dapat diolah menjadi bahan bakar nabati, termasuk biodiesel. Tak hanya itu, singkong juga dinilai memiliki potensi besar sebagai bahan baku etanol.

“Kita berharap di Papua juga ditanam kelapa sawit untuk menghasilkan BBM dari sawit, juga etanol. Singkong pun bisa menghasilkan etanol,” kata Prabowo.

BACA JUGA: Kala Sawit Terjebak dalam Pasal yang Membelit

Presiden menargetkan dalam lima tahun ke depan seluruh daerah di Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri melalui swasembada pangan dan swasembada energi. Dengan strategi tersebut, pemerintah optimistis dapat menghemat ratusan triliun rupiah yang selama ini dialokasikan untuk impor BBM.

Prabowo mengungkapkan bahwa pada tahun ini Indonesia mengeluarkan sekitar Rp520 triliun untuk impor BBM. Jika impor tersebut dapat ditekan hingga setengahnya, negara berpeluang menghemat sekitar Rp250 triliun per tahun. Ia bahkan menyebut, dengan pengelolaan yang tepat, setiap kabupaten berpotensi memiliki nilai ekonomi hingga triliunan rupiah dari kemandirian energi.

“Bayangkan kalau kita bisa potong setengah impor BBM. Berapa ratus triliun yang bisa kita hemat tiap tahun,” ujarnya.

BACA JUGA: Kukar Perkuat Sawit, Kopi, dan Kakao Lewat Kemitraan Pertanian Berkelanjutan

Presiden menegaskan bahwa rencana tersebut bukan sekadar wacana. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah-langkah konkret dan bertekad membuktikan bahwa Indonesia mampu menuju kemandirian energi dan pangan secara bertahap namun pasti.

“Kita punya rencana, dan kita akan buktikan bahwa kita menuju ke situ,” pungkas Prabowo. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com