Fortasbi Ungkap Beratnya Jalan Petani Sawit Menuju ISPO: Biaya Tinggi hingga Masalah Kawasan Hutan

oleh -4.188 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Manajer Komunikasi Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi), Alwan Ridha Ramdani.

“Kami biasa pakai pendekatan petani melatih petani. Tapi untuk ISPO, trainer utamanya juga harus tersertifikasi. Mencari petani yang sudah ISPO dan siap jadi pelatih itu tidak mudah, apalagi di daerah,” kata Alwan.

Dari sisi pembiayaan, beban sertifikasi dan audit penilikan juga dinilai sangat berat bagi petani, khususnya yang berswadaya tanpa pendampingan lembaga atau NGO. Biaya pelatihan, audit, hingga pengurusan administrasi kerap menjadi penghalang utama.

“Petani yang tanpa pendampingan itu bebannya berat sekali. Kalau ada pendampingan dari NGO atau lembaga lain, bebannya bisa berkurang,” jelasnya.

BACA JUGA: MPOC Perkirakan Harga CPO Bergerak Terbatas pada Januari 2026, Stok Tinggi Menekan Pasar

Alwan juga menyingung pemanfaatan dana dukungan, baik dari dana bagi hasil (DBH) sawit maupun Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), yang dinilai belum optimal. Di sejumlah daerah, pemerintah daerah masih lebih memprioritaskan anggaran untuk infrastruktur dan program lain.

“Beberapa daerah sebenarnya sudah siap membiayai sertifikasi ISPO, tapi ketika kepala daerah berganti, semuanya kembali ke meja. Tidak jalan,” katanya.

Selain itu, proses pengajuan dana ke BPDP dinilai rumit bagi petani. Penyusunan proposal hingga pengisian data melalui aplikasi menjadi kendala tersendiri, terutama bagi petani yang tidak memiliki staf administrasi.

BACA JUGA: Integrasi Sawit–Sapi Dipertegas dalam FPKMS, Perusahaan Wajib Prioritaskan Bungkil Inti Sawit

“Kalau kelembagaannya kuat dan punya staf, itu lebih mudah. Tapi kalau 100 persen petani, mereka sambil bekerja di kebun sambil urus proposal, itu sangat kewalahan,” ujarnya.

Alwan menekankan, kolaborasi multipihak menjadi kunci agar sertifikasi ISPO benar-benar dapat diakses petani rakyat. Pendampingan berkelanjutan, penyederhanaan prosedur, serta optimalisasi dukungan pendanaan dinilai mutlak diperlukan.

“Tidak semua petani bisa mengakses pelatihan dan sertifikasi dengan mudah. Karena itu, kolaborasi pendampingan menjadi sangat penting agar sawit rakyat bisa benar-benar berkelanjutan,” pungkasnya. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com