Ketika Ceruk Energi Menuntut produktivitas Sawit Mesti Tinggi

oleh -4.037 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Direktur Tanaman Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian, Baginda Siagian.

InfoSAWIT, JAKARTA – Empat dekade sawit menopang ekonomi Indonesia. Kini, ketika era biodiesel B50 menanti, bangsa ini dihadapkan pada dua tantangan besar, menjaga pasokan energi hijau dan memperkuat fondasi genetik agar sawit tetap berproduksi tinggi  supaya bisa lestari untuk generasi berikutnya.

Upaya pemerintah dalam meningkatkan bauran mandatori bodiesel 50% atau kerap disebut B50, mengundang rasa was-was bagi para pelaku sawit, disatu sisi kebijakan itu bisa mengangkat harga minyak sawit global, namun disisi lain masalah besar menanti, produktivitas yang masih stagnan menjadi aroma pahit bagi pasokan bahan baku untuk beleid tersebut.

Dengan implementasi biodiesel B50, di mana separuh kebutuhan energi diesel nasional akan berasal dari minyak sawit. “Artinya, 50 persen biodiesel kita akan dipenuhi dari minyak kelapa sawit. Dampaknya luar biasa besar,” ungkap Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Baginda Siagian dalam sebuah acara yang dihadiri InfoSAWIT di Bogor, akhir Oktober 2025 lalu.

BACA JUGA: ISPO Harus Tegas, Sertifikasi Wajib Jelas dari Petani hingga Bahan Baku

Menurut Baginda, kebijakan B50 bukan sekadar angka teknis. Ia adalah lonceng perubahan besar yang akan mengguncang rantai pasok minyak sawit dari hulu hingga hilir. Bila selama 2024 kebutuhan CPO untuk biodiesel hanya sekitar 12 juta ton, maka dengan B50, serapan bisa melesat menjadi 18–19 juta ton.

“Artinya sebagian besar minyak sawit akan terserap di dalam negeri. Tapi konsekuensinya, ekspor pasti berkurang, dan petani bisa terdampak bila produktivitas kita tidak naik,” ujarnya dengan nada serius.

Terlebih faktanya, masalah klasik itu masih menghantui, produktivitas kebun sawit nasional yang stagnan di angka 3,5 ton CPO per hektare/tahun, padahal potensinya bisa mencapai 5 hingga 6 ton. “Jangan jauh-jauh dulu bicara 7 atau 10 ton/ha/tahun. Cukup naik ke 5 ton/ha/tahun saja, itu sudah akan mengubah peta produksi nasional,” tutur Baginda.

BACA JUGA: Kriteria Pemilihan Traktor Pertanian yang Tepat untuk Perkebunan Kelapa Sawit

Sumber masalahnya berlapis. Salah satunya adalah benih tidak bersertifikat. “Sebuah penelitian di Sumatera Selatan menunjukkan 45% kebun rakyat menggunakan benih palsu. Di Riau bahkan bisa sampai 70%. Ini ironi besar, karena bagaimana mungkin kita bicara efisiensi kalau bibitnya saja tidak jelas?” katanya.

Ancaman lain datang dari ganoderma, penyakit akar busuk yang ia ibaratkan “kapal selam di dalam tanah”—tak terlihat, tapi terus bergerak diam-diam menghancurkan perakaran sawit.

“Kalau dalam 20 tahun ke depan kita tidak bisa mengendalikannya, tahun 2060–2070 sawit kita bisa habis. Ini bukan main-main,” tegasnya.

BACA JUGA: Fortasbi Ungkap Beratnya Jalan Petani Sawit Menuju ISPO: Biaya Tinggi hingga Masalah Kawasan Hutan

Sebab itu guna mengatasi masalah tersebut, Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) kini berpacu dengan waktu. Melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), ribuan hektare kebun tua mulai diremajakan dengan bibit unggul bersertifikat.

“Termasuk meningkatkan kompetensi sumberdaya manusia di sektor perkebunan sawit, bahkan sekitar hampir 10 ribu orang pekebun dan anak-anak mereka kami bantu beasiswa untuk pendidikan vokasi di bidang perkebunan. Kami juga bantu jalan produksi, alat mesin pertanian, sampai pendampingan,” papar Baginda. (*)

Lebih lengkap baca Majalah infoSAWIT edisi November 2025


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com