Karena itu, solusi utama yang ditawarkan melalui pendekatan pertanian regeneratif adalah memperbaiki dan meregenerasi tanah terlebih dahulu. Dengan tanah yang sehat, efisiensi pemanfaatan nutrisi akan meningkat, kehilangan unsur hara dapat ditekan, dan produktivitas kebun pun berpeluang pulih secara berkelanjutan.
“Fokus awalnya adalah menjaga dan memperbaiki tanah. Kalau ‘piringnya’ sudah baik, nutrisi yang diberikan bisa diserap optimal, dan hasil akhirnya adalah produktivitas yang lebih baik,” ujarnya.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu petani sawit swadaya tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keberlanjutan kebun mereka dalam jangka panjang, di tengah tantangan lingkungan dan tuntutan pasar yang semakin tinggi. (T2)
