Label “No Palm Oil” Dinilai Menyesatkan, Asosiasi Pangan India Peringatkan Konsumen

oleh -5.653 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Tren pelabelan “No Palm Oil” pada berbagai produk pangan menuai kritik dari kalangan industri makanan dan minuman India.

InfoSAWIT, NEW DELHI — Tren pelabelan “No Palm Oil” pada berbagai produk pangan menuai kritik dari kalangan industri makanan dan minuman India. Indian Food and Beverage Association (IFBA) menilai praktik tersebut lebih merupakan strategi pemasaran dibanding klaim kesehatan yang berbasis bukti ilmiah.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa, IFBA menyatakan keprihatinannya terhadap maraknya penggunaan label “No Palm Oil” yang dinilai berpotensi menyesatkan konsumen. Padahal, minyak sawit telah lama menjadi bagian dari konsumsi masyarakat India sejak abad ke-19 dan digunakan secara luas hingga saat ini.

“Minyak sawit memiliki peran yang diakui dalam pola makan sehat dan seimbang. Namun, label seperti ‘No Palm Oil’ justru mengarahkan konsumen pada persepsi keliru dengan mengedepankan pemasaran ketimbang sains,” ujar Deepak Jolly, Ketua IFBA, seraya merujuk pada pedoman gizi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan India.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Januari 2026 Turun, BK US$ 74/MT dan PE Tembus US$ 91,56/MT

IFBA menegaskan bahwa minyak sawit merupakan salah satu minyak nabati paling terjangkau dan serbaguna. Stabilitas nutrisinya serta daya simpan yang panjang menjadikannya pilihan utama bagi banyak merek pangan global. Namun, narasi negatif di media sosial dinilai mendorong konsumen mengambil keputusan berbasis tren, bukan pada bukti ilmiah yang terverifikasi.

“Cerita-cerita semacam ini mengalihkan perhatian dari pentingnya keseimbangan nutrisi secara menyeluruh dan berpotensi melemahkan upaya India menuju swasembada minyak nabati,” kata Jolly, dikutip InfoSAWIT dari lembaga penyiaran publik nasional India, DD News, Jumat (2/1/2026). Ia juga mengingatkan bahwa dampaknya bisa merugikan petani, produsen, konsumen, hingga perekonomian nasional.

Data industri menunjukkan India mengonsumsi sekitar 26 juta ton minyak nabati setiap tahun, dengan hampir 9 juta ton di antaranya berasal dari minyak sawit. Angka ini menegaskan peran strategis sawit dalam ketahanan pangan nasional.

BACA JUGA: India Jadi Penopang Utama Pasar Sawit 2026, China Tertahan Stok, Eropa Dibayangi Aturan Deforestasi

Senada, Shilpa Agrawal, Director of Scientific and Regulatory Affairs IFBA, mengutip Dietary Guidelines for Indians 2024 yang dirilis oleh ICMR–National Institute of Nutrition. Pedoman tersebut mengakui manfaat tocotrienol dalam minyak sawit yang berperan menurunkan kolesterol dan mendukung kesehatan jantung. Pemerintah juga merekomendasikan rotasi berbagai jenis minyak nabati, termasuk sawit, untuk menjaga keseimbangan asam lemak.

IFBA turut mengapresiasi program National Mission on Edible Oils–Oil Palm (NMEO-OP) yang diluncurkan pada 2021 dengan anggaran ₹11.040 crore, guna memperluas perkebunan sawit dan menekan ketergantungan impor.

“Label ‘Palm Oil Free’ bukan pengganti nasihat gizi yang seimbang,” tegas IFBA. “Konsumen perlu waspada terhadap klaim berlebihan yang tidak berpijak pada ilmu nutrisi.” (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com