Kajian IPB: Banjir Bandang–Longsor DAS Aek Garoga Dipicu Siklon Ekstrem, Aktivitas PT TBS Disebut Bukan Penyebab Dominan

oleh -2.173 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Tim Ahli IPB University menjelaskan secara ilmiah Banjir Bandang–Longsor DAS Aek Garoga, di Ruang Rapat Pusat Studi Reklamasi Tambang, Kampus IPB University, Bogor.

Kondisi ini membuat longsor dapat terjadi secara alami bahkan pada kawasan yang masih berhutan.

“Fenomena longsor justru banyak terjadi di kawasan berhutan alami, bukan hanya di area yang mengalami perubahan tutupan lahan,” ucap Basuki Sumawinata.

Pernyataan itu diperkuat dengan interpretasi citra Sentinel sebelum dan sesudah bencana, yang menunjukkan sebaran longsoran tidak hanya berada di area yang mengalami perubahan tutupan lahan oleh aktivitas manusia.

BACA JUGA: Ekspor Sawit Malaysia Naik 8,52% pada Desember 2025, Stok Ikut Mengembang ke 3,05 Juta Ton

 

Aktivitas PT TBS Dinilai Kecil dalam Skala DAS

Kajian Tim Ahli IPB juga menempatkan aktivitas PT TBS dalam konteks spasial yang lebih proporsional. Dari total luas DAS Aek Garoga sekitar 12.767 hektare, kebun PT TBS yang berada dalam wilayah DAS tersebut diperkirakan kurang dari 0,5 persen, dengan luasan lahan yang terbuka di Sub DAS Garoga disebut hanya sekitar 20–30 hektare.

Dari izin lokasi perusahaan seluas 2.497,52 hektare, lahan yang telah dibebaskan dari masyarakat disebut baru sekitar 512,37 hektare, sementara yang benar-benar ditanami kelapa sawit hanya sekitar 86,50 hektare.

Selain itu, penanaman sawit disebut dilakukan di area datar dan landai, sementara lereng curam tetap dibiarkan dengan tutupan vegetasi sebagai zona konservasi.

BACA JUGA: Maybank IB Prediksi Harga CPO 2026 Rata-rata RM4,100 per Ton, B50 Indonesia Jadi Penentu

Dua anak sungai yang berhulu di area PT TBS, yakni Aek Nahombar dan Aek Hopong, menurut Tim IPB, tidak memiliki dimensi alur yang memungkinkan mengangkut kayu gelondongan dalam jumlah besar. Karakter sungai dinilai sempit, berkelok, dan lebih menyerupai aliran mata air dibanding sungai utama.

Dari aspek tata ruang dan kehutanan, Tim IPB menegaskan area perusahaan berada pada status Areal Penggunaan Lain (APL), bukan kawasan hutan negara. Mereka juga menyebut riwayat penggunaan lahan menunjukkan area tersebut sebelumnya merupakan eks-garapan masyarakat, ditanami karet, pinang, durian, serta tanaman campuran sebelum masuk pengembangan perkebunan kelapa sawit.

 

Tim IPB Dorong Pemeriksaan Menyeluruh Skala DAS

Meski proses hukum masih berjalan, Tim IPB menekankan bahwa penelusuran penyebab bencana harus dilakukan secara menyeluruh dalam satu kesatuan DAS, bukan secara parsial dengan fokus pada satu entitas usaha saja.

BACA JUGA: Dari Kredit RSPO ke Konservasi Orangutan: Langkah Nyata BUMDes Berkah Mulya Jaya Bangun Sawit Berkelanjutan

Menurut mereka, banjir bandang dan longsor di DAS Garoga merupakan kombinasi faktor ekstrem: curah hujan luar biasa, kondisi geomorfologi dan geologi yang rentan, serta perubahan tutupan lahan yang terjadi pada banyak titik, termasuk kawasan berhutan alami.

“Kami bersedia duduk bareng membahas masalah ini bersama Tim Satgas PKH dan Bareskrim Polri, agar dapat diperoleh kebenarannya,” ujar Prof. Yanto.

Temuan ini menandai babak baru dalam polemik bencana Garoga—yang kini tidak hanya menjadi isu hukum dan tata kelola lingkungan, tetapi juga pertarungan narasi antara tudingan aktivitas korporasi dan kesimpulan ilmiah berbasis data lapangan. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com