“Jika ini terjadi, negara bukan hanya gagal menjaga keberlanjutan, tetapi juga menciptakan distorsi pasar baru yang sulit dikendalikan,” kata Darto.
“Resep Pasti” Hancurkan Kredibilitas Sawit Indonesia
Di akhir pernyataannya, Darto menegaskan bahwa kebijakan memaksa pasar menyerap sawit sitaan bukan solusi. Sebaliknya, hal itu dinilainya sebagai “resep pasti” yang dapat merusak kredibilitas keberlanjutan sawit Indonesia di mata dunia.
Menurutnya, jika pemerintah ingin menjaga tata kelola sawit tetap kuat, maka yang harus diperkuat bukan pemaksaan pasar, melainkan kepastian hukum, transparansi pasokan, serta pemenuhan standar keberlanjutan yang diakui internasional.
BACA JUGA: Satgas PKH Ultimatum 10 Korporasi Sawit dan Tambang, Denda Menunggak Tembus Rp8 Triliun
“Memaksa pasar untuk menyerap sawit sitaan bukanlah solusi, melainkan resep pasti untuk menghancurkan kredibilitas keberlanjutan sawit Indonesia di mata dunia,” pungkas Darto. (T2)
