Bustanul Arifin: Sawit Harus Naik Kelas, Hilirisasi Butuh Hulu yang Kuat

oleh -3.684 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Antara/ Guru Besar Ekonomi Pertanian Universitas Lampung, Bustanul Arifin.

Sementara produktivitas CPO juga dinilai rendah dan cenderung menurun, yakni sekitar 3,43 ton/ha untuk perkebunan rakyat dan 4,45 ton/ha untuk perkebunan besar, jauh dari potensi 8 ton/ha.

Ia menilai rendahnya produktivitas tidak lepas dari belum meratanya penerapan praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices/GAP), karena kapasitas pengelolaan kebun dan pengendalian lahan di tingkat Smallholders sangat beragam.

 

Hilirisasi Harus Sejalan dengan Penguatan Hulu

Di bagian akhir, Bustanul menekankan bahwa hilirisasi memang penting, namun keberhasilannya mensyaratkan sinergi dan integrasi kuat dengan penguatan sektor hulu.

BACA JUGA: Prabowo Cabut Izin 28 Perusahaan, Satgas PKH: Langkah Tegas Usai Audit Bencana Hidrometeorologi di Sumatera

Ia menilai moratorium perluasan sawit tidak perlu dicabut, karena fokus utama harus diarahkan pada peningkatan produktivitas melalui perbaikan budidaya, bantuan teknis, pemberdayaan Smallholders, serta kepastian harga beli TBS.

Selain itu, ketertelusuran dan sertifikasi perlu diperkuat sebagai fondasi tata kelola. Ia juga menyoroti pentingnya diplomasi ekonomi melalui skema Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA) sebagai benchmark untuk memperkuat agenda hilirisasi.

Dalam jangka menengah-panjang, Bustanul mendorong agar peta jalan hilirisasi tidak berhenti pada produk energi atau oleokimia, namun mengarah pada pengembangan industri pangan fungsional yang berdampak pada kesehatan dan peningkatan vitalitas.

BACA JUGA: B50 Indonesia Ditunda, Malaysia Dianggap Lebih Kompetitif di Ekspor CPO

“Prasyarat keberhasilan hilirisasi adalah sinergi, integrasi, dan penguatan hulu,” pungkasnya. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com