Di Regional I Riau, perusahaan mengelola eks kebun Duta Palma seluas sekitar 84 ribu hektare yang tersebar di Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, dan Kampar, dengan sekitar 96 persen tenaga kerja merupakan eks karyawan Duta Palma. Namun demikian, proses transisi masih berjalan seiring belum inkrahnya proses hukum atas aset-aset tersebut.
Mewakili pemerintah daerah, Asisten I Setda Kuantan Singingi, Dr. Fahdiansyah, menyebut kehadiran pengelola baru sebagai peluang membuka babak berbeda dalam pengelolaan sawit di daerah itu. “Kami berharap ini menjadi kebangkitan kembali mimpi anak negeri terhadap pengelolaan sawit yang adil dan berpihak kepada masyarakat,” katanya.
Nada serupa disampaikan Ketua DPRD Kuantan Singingi, Juprizal, yang berharap kehadiran Agrinas Palma Nusantara mampu membalikkan kondisi masa lalu dan memberi dampak positif nyata bagi masyarakat.
BACA JUGA: Mentan Amran Masuk Dewan Energi Nasional, Pertanian Siap Jadi Tulang Punggung Energi Hijau
Rangkaian perayaan ditutup dengan penanaman 1.000 bibit pohon di bantaran sungai, pasar rakyat murah, layanan kesehatan gratis, dan khitan massal di dua lokasi berbeda. Dari Benai, pesan yang ditegaskan sederhana namun kuat: sawit yang dikelola negara diharapkan menjadi sumber energi sekaligus sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar. (T1)
