InfoSAWIT, BENAI – Matahari belum sepenuhnya naik ketika halaman Poliklinik PN-1 Sei Kuko, Benai, Kuantan Singingi, Riau, mulai dipenuhi puluhan anak bersama orang tua mereka, serta sejumlah warga lanjut usia. Suasana pagi itu menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Agrinas Palma Nusantara Regional 1 Riau, Sabtu (31/1/2026), yang diisi dengan khitan massal, pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia, dan pasar rakyat.
Kegiatan sosial yang telah berlangsung sejak Jumat (30/1/2026) itu menuai respons positif dari masyarakat. Nuansa kebersamaan dan kepedulian sosial terasa kuat, terutama dalam layanan sunatan massal dan pemeriksaan kesehatan yang diikuti ratusan penerima manfaat.
Dalam sambutannya, General Manager Distrik IV Regional Office-1 Riau, Brigjen TNI (Purn.) Carlan Effendy, menekankan pentingnya kelancaran pelaksanaan kegiatan sebagai wujud rasa syukur sekaligus niat baik pimpinan perusahaan untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. “Semoga Allah SWT selalu memberikan keberkahan, kelancaran, dan niat baik dari pimpinan kita supaya kita bisa bersyukur bersama-sama,” ujarnya, dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Minggu (1/2/2026).
BACA JUGA: Peran Sawit Makin Strategis di Era Transisi Energi, Pakar Minta Status Nasional Diperkuat
Rangkaian kegiatan sosial ini menjadi lanjutan dari perayaan ulang tahun perusahaan sehari sebelumnya yang diisi dengan seremoni, penanaman 1.000 pohon, serta pasar rakyat. Seluruh agenda HUT pertama Agrinas Palma Nusantara di Regional 1 Riau digelar oleh Divisi TJSL dan ESG, serta dihadiri langsung General Manager Divisi TJSL dan ESG, Gatut Mukti Wirawan, sebagai wujud komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan dan kepedulian sosial.
Suasana hangat terasa di lokasi kegiatan. Para orang tua setia mendampingi anak-anak mereka, sementara tenaga kesehatan melayani para lansia yang memeriksakan kondisi kesehatannya. Di antara peserta khitan, Aidan (9) tampak bersemangat menggoda temannya yang lebih tua. “Saya lebih berani, padahal saya baru kelas tiga,” katanya sambil tertawa, disambut senyum para ibu yang menunggu.
Para orang tua mengaku bersyukur dengan adanya khitan massal tersebut. “Kalau sunat mandiri kami harus bayar ratusan ribu rupiah dan harus ke klinik di kota,” ujar Despirianti, ibu Aidan.
BACA JUGA: Dana Insentif B50 Diproyeksi Tembus Rp65 Triliun, Tuntut Kenaikan Pungutan Ekspor CPO
Kehangatan serupa juga terasa di Kebun Cerenti-1. Bakti sosial di Central Plasma Kebun Divisi II berlangsung ramai, diperkuat dengan pasar rakyat murah. Paket sembako berisi beras, dua liter minyak goreng, dan satu kilogram gula dijual dengan harga kurang dari separuh harga pasar.
Sehari sebelumnya, peringatan HUT pertama Agrinas Palma Nusantara digelar di halaman SMK Negeri 1 Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi. Acara itu dihadiri ratusan warga, pelajar, tokoh adat dan agama, aparat keamanan, serta jajaran pemerintah daerah dan DPRD. Hadir antara lain Head Regional Sumatera Agrinas Palma Nusantara Mayjen TNI (Purn.) Djoko Andoko, General Manager Distrik IV Brigjen TNI (Purn.) Carlan Effendy, perwakilan Bupati Kuantan Singingi, serta Ketua DPRD Kuantan Singingi.
Sejak awal, diumumkan bahwa perayaan ulang tahun ini dirangkai dengan bakti sosial berskala besar, meliputi santunan 100 anak yatim, penanaman 1.000 pohon, pasar rakyat dengan 1.000 paket sembako, khitan massal 100 anak, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi ratusan warga.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun 0,98 Persen Pada Jumat (30/1), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Lesu
Dalam sambutannya, Djoko Andoko menegaskan bahwa sawit berkelanjutan tidak lagi bisa diukur semata dari sisi produksi. “Dalam upaya menyatukan produktivitas, tanggung jawab bisnis, dan keberpihakan sosial, kami meyakini sawit berkelanjutan bukan hanya tentang hasil, tetapi nilai yang dijaga, lingkungan yang dilindungi, serta masyarakat yang diberdayakan,” ujarnya.
Ia menyebut satu tahun pertama sebagai fase membangun fondasi. Agrinas Palma Nusantara, yang lahir dari amanah negara pada 16 Januari 2025, kini mengelola sekitar 1,7 juta hektare kebun sawit di berbagai wilayah strategis. Skala tersebut, menurutnya, menuntut tata kelola yang ketat, penguatan sumber daya manusia, penyempurnaan SOP, serta penerapan prinsip good corporate governance secara konsisten.
