InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.900/kg pada Rabu (4/2/2026), dengan demikian harga CPO tercatat naik Rp. 100/kg atau naik sekitar 0,68% dibandingkan harga CPO penawaran tertinggi pada Selasa (3/2/2026) yang mencapai Rp. 14.800/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai dibuka Rp. 15.005/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.900/Kg.
Merujuk Reuters, perdagangan harga minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives bergerak menguat pada perdagangan Rabu (4/2/2026), setelah dua sesi sebelumnya tertekan. Kenaikan ini ditopang oleh penguatan harga minyak nabati di Dalian, meski dibayangi penguatan ringgit dan pelemahan harga minyak kedelai di Chicago.
BACA JUGA: Dua Panggung, Satu Pertaruhan Sawit
Harga kontrak acuan CPO pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat naik 5 ringgit atau 0,12% menjadi 4.220 ringgit per ton pada jeda tengah hari.
Pada Bursa Dalian, harga kontrak minyak kedelai paling aktif menguat 0,25%, sementara harga kontrak minyak sawit naik 0,33%. Sebaliknya, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melemah 0,18%. Pergerakan ini relevan karena minyak sawit kerap mengikuti dinamika harga minyak nabati pesaingnya dalam perebutan pangsa pasar global.
Dari sisi mata uang, ringgit Malaysia—mata uang perdagangan minyak sawit—menguat 0,13% terhadap dolar AS. Penguatan ini membuat harga sawit menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli pemegang mata uang asing.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 4-10 Februari 2026 Naik Rp. 123,97 per Kg
Sementara itu, kinerja ekspor memberikan sentimen positif. Pengapalan produk minyak sawit Malaysia diperkirakan meningkat 14,9% hingga 17,9% secara bulanan pada Januari. Proyeksi tersebut berdasarkan data dari perusahaan inspeksi AmSpec Agri Malaysia dan surveyor kargo Intertek Testing Services.
Dari pasar global, permintaan India juga menunjukkan lonjakan. Impor minyak sawit India melonjak 51% pada Januari ke level tertinggi empat bulan, seiring diskon harga minyak sawit dibandingkan minyak kedelai mendorong kilang meningkatkan pembelian. Pada saat yang sama, impor minyak kedelai India turun ke titik terendah dalam 19 bulan, menurut keterangan lima pedagang.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Rabu (4/2/2026):
CPO_____
Franco Dumai Rp. 15.005 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.900-EUP
PK______
Lolo PKS T.Lebar Rp. 12.736. Penawaran tertinggi Rp. 11.680-SAP
(T2)
