InfoSAWIT, JAKARTA – Di balik geliat industri besar yang mendominasi panggung ekonomi global, ada kelompok usaha kecil dan menengah (UMKM) yang kerap luput dari perhatian. Padahal, merekalah tulang punggung perekonomian sekaligus kunci dalam mewujudkan keberlanjutan di masa depan.
Managing Director Control Union Indonesia, Gayan Wejesiriwardana, menegaskan bahwa tanpa melibatkan UMKM, wacana tentang sustainability tidak akan pernah lengkap. “Kalau kita bicara keberlanjutan, maka UMKM harus jadi bagian utama. Mereka adalah backbone ekonomi. Tidak mungkin ada keberlanjutan tanpa mereka,” ujarnya.
Control Union, sebagai lembaga sertifikasi, selama ini dikenal kuat dalam sektor organik dan kopi. Namun, menurut Gayan, sudah saatnya sertifikasi juga diperluas ke UMKM di sektor lain, termasuk industri berbasis kelapa sawit dan produk turunannya. “Pasar domestik kita besar, 300 juta penduduk dengan mayoritas generasi muda yang sangat peduli pada produk berkelanjutan. Mereka ingin berkontribusi, dan produk sustainable harus bisa diakses semua lapisan, bukan hanya untuk ekspor,” jelasnya.
BACA JUGA: Hampir 59% Pasar Dunia, Sawit Indonesia Jadi Penentu Arah Minyak Nabati Global
Menurutnya, sertifikasi bukan hanya soal stempel atau formalitas. Lebih dari itu, sertifikasi memberi nilai tambah, meningkatkan kredibilitas, sekaligus membuka daya saing produk di pasar global. “UMKM punya kreativitas, punya produk berbasis budaya dan tradisi. Kalau ini ditopang dengan sertifikasi berkelanjutan, nilainya akan naik berkali lipat dan mereka bisa lebih kompetitif,” kata Gayan.
Control Union melihat bahwa memperluas layanan sertifikasi ke UMKM akan memberi dampak besar, tidak hanya untuk pelaku usaha, tetapi juga bagi lingkungan dan masyarakat. Keberadaan sertifikasi menjadi jembatan untuk memastikan praktik usaha yang bertanggung jawab, transparan, dan memiliki dampak positif. (T2)
Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT edisi Des 2025
