InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Hong Leong Investment Bank Bhd (HLIB) mempertahankan asumsi harga minyak sawit mentah (CPO) sebesar RM4.200 per ton metrik serta proyeksi laba tahun 2026, sambil menunggu hasil peninjauan lanjutan terkait keputusan Indonesia menunda implementasi mandatori biodiesel B50.
Dalam riset terbarunya, HLIB menyatakan kinerja keuangan kuartal IV tahun buku 2025 emiten perkebunan yang berada dalam cakupannya diperkirakan masih sejalan dengan ekspektasi pasar, meskipun secara tahunan (year-on-year) segmen hulu menunjukkan pelemahan.
“Secara kuartalan (quarter-on-quarter/q-o-q), laba diperkirakan bergerak beragam, mencerminkan tren produksi tandan buah segar (TBS) yang tidak merata. Sementara itu, kinerja hilir masih tetap menantang,” tulis HLIB dalam catatannya dilansir InfoSAWIT dari Bernama, Minggu (8/2/2026).
BACA JUGA: India, Pasar Strategis yang Menentukan Arah Ekspor Sawit Indonesia
Di sisi lain, HLIB mencatat bahwa meningkatnya aktivitas pengisian stok menjelang sejumlah perayaan besar, ditambah dengan produksi musiman yang lebih rendah, telah mendorong harga CPO naik sekitar 4% menjadi RM4.134 per ton metrik sejak awal 26 Januari. Dengan perkembangan tersebut, rata-rata harga CPO year-to-date tercatat di kisaran RM4.050 per ton. (T2)
