Impor Minyak Bunga Matahari India Diproyeksi Turun, Minyak Sawit Kian Dilirik

oleh -5.902 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Perkebunan bunga matahari.

InfoSAWIT, MUMBAI – Impor minyak bunga matahari India diperkirakan turun sekitar 10% pada tahun pemasaran 2025/26 dan menyentuh level terendah dalam empat tahun terakhir. Penurunan ini dipicu oleh semakin lebarnya premi harga minyak bunga matahari dibandingkan minyak nabati pesaing, sehingga mendorong pembeli beralih ke alternatif yang lebih murah.

Pejabat perdagangan menyebutkan, sebagai negara pengimpor minyak nabati terbesar di dunia, India berpotensi meningkatkan pembelian minyak sawit. Pergeseran ini dinilai dapat membantu mengurangi stok di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia, sekaligus menopang harga kontrak berjangka minyak sawit Malaysia.

“Dengan harga minyak bunga matahari yang terus naik, India kemungkinan hanya akan mengimpor untuk memenuhi kebutuhan inti sekitar 200.000–225.000 ton per bulan,” ujar Aashish Acharya, Wakil Presiden Patanjali Foods Ltd, salah satu importir utama minyak nabati di India, dilansir InfoSAWIT dari India Times, Senin (9/2/2206).

BACA JUGA: Program Biodiesel, GAPKI Tekankan Pentingnya Produktivitas Sawit dan Iklim Positif  

Saat ini, minyak bunga matahari mentah dari kawasan Laut Hitam ditawarkan sekitar US$1.420 per ton metrik dengan basis cost, insurance, and freight (CIF) untuk pengiriman Maret ke India. Harga tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan minyak sawit mentah yang berada di kisaran US$1.165 per ton dan minyak kedelai mentah sekitar US$1.255 per ton.

Acharya bersama empat pedagang dari rumah dagang global memperkirakan impor minyak bunga matahari India akan turun menjadi sekitar 2,65 juta ton pada tahun pemasaran yang berakhir Oktober, dari 2,94 juta ton pada tahun sebelumnya. Angka ini menjadi yang terendah sejak musim 2021/22. Para pedagang tersebut enggan disebutkan namanya karena tidak berwenang berbicara kepada media.

Rusia dan Ukraina menyumbang lebih dari dua pertiga ekspor minyak bunga matahari global. Namun, cuaca buruk di kedua negara tersebut telah memperketat pasokan dan mendorong harga naik ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun pada Januari lalu, menurut seorang pedagang berbasis New Delhi.

BACA JUGA: Meluruskan Klaim 4 Juta Hektare Sawit Ilegal di Kawasan Konservasi

Di sisi lain, Argentina menawarkan minyak bunga matahari dengan harga sekitar US$10–US$20 per ton lebih murah dibandingkan pasokan dari Laut Hitam, seiring membaiknya produksi. Meski demikian, selisih harga tersebut dinilai belum cukup untuk membendung pergeseran permintaan di pasar domestik India.

Minyak bunga matahari selama ini banyak dikonsumsi di wilayah selatan India. Namun, konsumen di kawasan tersebut mulai beralih ke minyak sawit, ungkap seorang pedagang berbasis Mumbai. Tren ini tercermin dari lonjakan impor minyak sawit India pada Januari yang naik 51% dibandingkan Desember, sementara impor minyak bunga matahari justru turun 23%, berdasarkan estimasi para pedagang. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com