InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 14.208/kg pada Kamis (12/2/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 180/kg atau turun sekitar 1,25% dibandingkan harga CPO pada Rabu (11/2/2026) yang mencapai Rp. 14.388/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Belawan & Dumai ditetapkan Rp. 14.208/Kg. Harga CPO Loco Sei Tapung dibuka Rp. 13.969/Kg, namun terjadi withdraw dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 13.761/kg.
Dilasir Reuters, harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives kembali ditutup melemah untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Tekanan datang dari penguatan ringgit serta pelemahan pasar minyak nabati di Dalian, ditambah absennya katalis positif dari konferensi industri utama di Kuala Lumpur.
BACA JUGA: GAPKI Gaungkan “Total Safe, Total Health, Total Prosper” untuk Pekerja Perempuan Sawit
Harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman April 2026 di Bursa Malaysia Derivatives turun RM24 per ton atau turun 0,59% menjadi RM4.037 per ton, setara sekitar US$1.035,39 per ton.
Mata uang ringgit—yang menjadi mata uang perdagangan CPO—menguat 0,31% terhadap dolar AS. Penguatan ini membuat harga sawit Malaysia menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang asing.
Di sisi lain, harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian turun 0,22%, sementara harga kontrak minyak sawitnya terkoreksi lebih dalam hingga 1,5%. Berbeda arah, harga soyoil di Chicago Board of Trade justru naik 0,81%.
Pergerakan beragam di pasar minyak nabati global tersebut turut memengaruhi sentimen pelaku pasar CPO Malaysia.
Minim Katalis dari Konferensi Industri
Masih dilansir Reuters, pelaku pasar juga masih mencermati hasil diskusi dalam Price Outlook Conference (POC) di Kuala Lumpur. Namun, menurut analis, belum ada sinyal bullish baru yang cukup kuat untuk mendorong pembalikan tren harga dalam jangka pendek.
Kondisi ini membuat pasar cenderung bergerak hati-hati, dengan pelaku industri menunggu perkembangan lanjutan baik dari sisi permintaan global maupun dinamika nilai tukar.
Dengan kombinasi faktor eksternal dan domestik tersebut, harga CPO Malaysia untuk sementara masih berada dalam tekanan, seiring pasar mencari arah baru di tengah volatilitas minyak nabati global.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Kamis (12/2/2026):
