InfoSAWIT, JAKARTA – Wilmar terus memperkuat komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui sosialisasi program anti-bullying di sekolah-sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa, guru, dan lingkungan sekolah untuk mencegah serta menanggulangi praktik perundungan sejak dini.
Koordinator Women on Working Group (WoW) Wilmar Central Kalimantan Project, Sarimanah, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut telah dijalankan sejak 2019 melalui integrasi materi anti-bullying ke dalam kurikulum di Sekolah Bina Bangsa, sekolah yang dikelola perusahaan di Sampit, Kalimantan Tengah. Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, orang tua, maupun para siswa.
“Kami ingin menekan potensi terjadinya perundungan sedini mungkin, sebagai bagian dari upaya melindungi dan membentuk karakter generasi muda,” ujar Sarimanah dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (8/3/2026).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode I-Maret 2026 Naik Rp 49,97per Kg
Dalam implementasinya, materi pembelajaran anti-bullying tidak hanya diberikan dalam bentuk teori, tetapi juga melalui berbagai kegiatan praktik. Siswa diajak mengenali tanda-tanda perundungan, memahami langkah penanganan dan pencegahan, hingga memberikan dukungan kepada korban.
Selain itu, pendekatan edukasi juga dilakukan melalui kegiatan kreatif seperti pentas seni bertema empati, persahabatan, dan saling menghargai. Melalui kegiatan ini, siswa didorong untuk mengekspresikan pesan anti-bullying secara positif dan membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Sarimanah menuturkan bahwa penerapan kurikulum tersebut menunjukkan hasil yang positif dalam menekan potensi kasus perundungan di lingkungan sekolah.
BACA JUGA: Sekolah Unggulan di Tengah Kebun Sawit: Komitmen Wilmar Siapkan Generasi Masa Depan
“Kami melihat perubahan perilaku positif pada siswa, baik dalam berinteraksi maupun dalam menyelesaikan konflik secara sehat,” tambahnya.
Untuk memperkuat kapasitas pelaksanaan program, tim WoW Wilmar juga telah mengikuti pelatihan khusus terkait pencegahan kekerasan terhadap anak dan anti-bullying yang diselenggarakan oleh International Labour Organization (ILO) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF).
Dengan dukungan dari lembaga internasional tersebut, Wilmar berharap program ini dapat terus diperluas ke lebih banyak sekolah di wilayah operasional perusahaan.
BACA JUGA: Laba Bersih Wilmar Melonjak 38% di Semester II 2025, Segmen Industri Jadi Penopang Utama
“Dengan dukungan dari lembaga internasional tersebut, kami berharap dapat terus memperluas dampak positif program ini ke lebih banyak sekolah di wilayah operasional Wilmar,” ujar Sarimanah.
Ke depan, pihaknya berharap sosialisasi anti-bullying juga mendapat dukungan yang lebih luas dari masyarakat. Hal ini penting mengingat masih maraknya kasus perundungan di berbagai lingkungan pendidikan.
“Jika lebih banyak pihak yang dapat berpartisipasi, kasus bullying diharapkan dapat ditekan,” pungkasnya. (T2)
