Krisis Tenaga Kerja Mengintai Industri Sawit, Model Lama Dinilai Kehilangan Daya Tarik

oleh -267 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Ilustrasi buruh sawit lagi panen.

InfoSAWIT, JAKARTA – Industri kelapa sawit global menghadapi tantangan baru yang kian mengemuka, yakni menurunnya daya tarik sektor perkebunan bagi tenaga kerja, khususnya generasi muda. Kondisi ini dinilai berpotensi mengancam keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.

Melansir tulisan Alain Rival, agronom dari Cirad yang dipublikasikan di The Conversation, dikutip InfoSAWIT, Rabu (25/3/2026), sektor perkebunan tropis seperti sawit, kakao, kopi, dan pisang masih bertumpu pada model lama yang diwarisi sejak era kolonial.

Model tersebut selama ini mengandalkan tenaga kerja yang melimpah, patuh, dan berbiaya rendah untuk menopang produksi komoditas ekspor.

BACA JUGA: Harmoni Ramadan, Agrinas Palma Nusantara Salurkan 5.600 Paket Sembako Bersubsidi untuk Pekerja dan Masyarakat

Namun, menurut Rival, pendekatan ini kini mulai kehilangan relevansi.

“Isu utama saat ini bukan lagi semata lingkungan, tetapi daya tarik sosial dari sistem produksi pertanian tropis itu sendiri,” tulisnya.

 

Generasi Muda Mulai Menjauh dari Perkebunan

Di negara produsen utama seperti Indonesia dan Malaysia, sektor perkebunan sawit mulai kesulitan menarik tenaga kerja lokal.

BACA JUGA: Membangun Kepercayaan Melalui Kemitraan Sawit

Penelitian menunjukkan bahwa generasi muda semakin enggan bekerja di perkebunan karena pekerjaan tersebut dinilai berat secara fisik, kurang dihargai secara sosial, dan tidak memberikan imbalan yang memadai.

Kondisi ini diperparah oleh rendahnya tingkat mekanisasi di sektor perkebunan tropis, sehingga banyak pekerjaan masih bergantung pada tenaga manual.

Selain itu, ketimpangan gender juga masih terjadi. Pekerjaan berat umumnya dilakukan laki-laki, sementara perempuan sering ditempatkan pada posisi yang kurang aman dan minim perlindungan sosial, sekaligus harus menanggung beban pekerjaan domestik.

BACA JUGA: Jelang Idul Fitri 1447 H, InfoSAWIT Group Lanjutkan Tradisi Berbagi Bingkisan, Perkuat Semangat Kebersamaan

 

Ketergantungan pada Tenaga Kerja Migran

Untuk menjaga produksi, banyak perkebunan—terutama di Malaysia—mengandalkan tenaga kerja migran yang mencapai 70% hingga 80% dari total pekerja sektor sawit.

Namun, ketergantungan ini terbukti rentan, seperti saat pandemi Covid-19 yang menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan penurunan produksi.

Di Indonesia, meski masih mengandalkan tenaga kerja domestik, mobilitas pekerja antar pulau menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan sektor ini.

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com