Krisis Tenaga Kerja Mengintai Industri Sawit, Model Lama Dinilai Kehilangan Daya Tarik

oleh -2.394 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Ilustrasi buruh sawit lagi panen.

Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai skema sertifikasi seperti RSPO telah berkembang untuk menjawab isu lingkungan, khususnya deforestasi dan keberlanjutan rantai pasok.

Namun, Rival menilai bahwa aspek ketenagakerjaan masih kurang mendapat perhatian.

“Sertifikasi telah membawa kemajuan, tetapi seringkali belum menyentuh persoalan tenaga kerja secara mendalam,” tulisnya.

BACA JUGA: Produktivitas Sawit RI Tertahan, GAPKI Soroti Keterbatasan Genetik dan Risiko Biologis

Selain itu, proses sertifikasi yang kompleks dan mahal juga menjadi kendala bagi smallholders yang berkontribusi sekitar 40% terhadap produksi sawit nasional Indonesia.

 

Tantangan Ke Depan: Siapa yang Akan Bekerja?

Pertanyaan mendasar kini muncul: siapa yang akan bekerja di perkebunan sawit di masa depan?

Menurut Rival, keberlanjutan sektor ini tidak hanya ditentukan oleh produktivitas atau standar lingkungan, tetapi juga oleh kemampuan industri dalam menarik dan mempertahankan tenaga kerja.

BACA JUGA: Bos Djarum, Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Tinggalkan Jejak Bisnis Hingga Sektor Sawit

Faktor seperti upah layak, kondisi kerja yang manusiawi, mekanisasi, akses pelatihan, serta pengakuan sosial terhadap profesi pertanian menjadi kunci.

Organisasi internasional seperti FAO juga menekankan bahwa ketenagakerjaan pedesaan kini menjadi faktor penting dalam keberlanjutan sistem pertanian di negara tropis.

 

Isu Politik di Balik Industri Perkebunan

Lebih jauh, Rival menilai bahwa persoalan ini bukan sekadar isu pertanian, melainkan juga persoalan politik dan pembangunan.

BACA JUGA: Harga CPO Diproyeksi Tahan Tekanan Biaya, SD Guthrie Optimistis di Tengah Gejolak Energi Global

Ketergantungan pada model ekonomi berbasis ekspor yang bersifat ekstraktif dinilai berpotensi melemahkan daya tarik sosial sektor ini serta mengancam ketahanan jangka panjang.

Dengan demikian, tantangan industri sawit ke depan tidak hanya tentang bagaimana meningkatkan produksi secara berkelanjutan, tetapi juga tentang siapa yang akan melanjutkan produksi tersebut—dan dalam kondisi sosial serta ekonomi seperti apa.

Hal ini menegaskan bahwa transformasi sektor sawit harus mencakup aspek sosial secara lebih menyeluruh, agar keberlanjutan tidak hanya menjadi konsep di atas kertas, tetapi benar-benar terwujud di lapangan. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com