InfoSAWIT, MUMBAI – Kilang minyak nabati di India mulai menahan pembelian minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari, seiring keyakinan bahwa lonjakan harga akibat konflik Iran tidak akan berlangsung lama.
Pelaku industri kepada Reuters mengungkapkan bahwa langkah ini diambil dengan strategi menunggu harga kembali turun setelah konflik mereda, sebelum kembali mengisi stok.
Sebagai importir minyak nabati terbesar di dunia, keputusan India ini berpotensi menahan kenaikan harga minyak sawit Malaysia dan minyak kedelai Amerika Serikat, sekaligus menopang harga minyak nabati domestik serta petani biji minyak lokal.
Sebelumnya, harga minyak sawit sempat melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun, dipicu kenaikan harga minyak mentah akibat konflik di Timur Tengah yang meningkatkan permintaan dari sektor biodiesel.
BACA JUGA: Label “Bebas Minyak Sawit” Dipertanyakan, Studi Ungkap Risiko Deforestasi Tersembunyi
Namun, pelaku industri di India melihat kenaikan tersebut bersifat sementara.
“Tidak perlu panic buying. Stok global masih cukup, dan harga akan turun tajam begitu perang berakhir,” ujar seorang pejabat senior dari perusahaan importir minyak nabati terkemuka, yang telah mengurangi impor untuk pengiriman Maret dan April, dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Kamis (26/2026).
Impor Diproyeksi Turun Signifikan
India yang memenuhi hampir dua pertiga kebutuhan minyak nabatinya melalui impor, sebelumnya mencatat rata-rata impor 1,36 juta ton per bulan pada tahun pemasaran yang berakhir Oktober 2025.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 25 – 31 Maret 2026 Turun Rp77,67 per Kg
Namun, impor diperkirakan turun menjadi sekitar 1,1 juta ton pada Maret. Khusus minyak sawit, volume impor diprediksi hanya mencapai sekitar 680.000 ton, turun dari 847.689 ton pada bulan sebelumnya.
Chief Executive Sunvin Group, Sandeep Bajoria, mengatakan pembeli India cenderung menahan diri dalam beberapa hari terakhir.
“Pembeli India sebagian besar masih berada di pinggir pasar. Koreksi harga minyak sawit mungkin akan menarik sebagian minat beli, tetapi secara umum sentimen masih wait and see,” jelasnya.
BACA JUGA: Selamat Jalan Birute Galdikas, Separuh Hidupnya untuk Orangutan
Sejalan dengan itu, harga minyak sawit Malaysia tercatat turun sekitar 1,7% pada perdagangan Selasa.
Stok Aman dan Produksi Domestik Menguat
Ketersediaan stok yang cukup dari impor sebelumnya menjadi faktor utama di balik sikap hati-hati ini. Selain itu, pasokan dari panen baru rapeseed domestik mulai masuk pasar, dengan produksi diperkirakan mencapai rekor tertinggi.
