InfoSAWIT, JAKARTA – PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) menunjukkan penguatan fundamental keuangan sepanjang 2025, seiring strategi pengelolaan yang terencana guna mendukung ekspansi dan pertumbuhan berkelanjutan.
Perseroan mencatat total aset sebesar Rp2,52 triliun per 31 Desember 2025, meningkat 12,0% dibandingkan Rp2,25 triliun pada akhir 2024. Kenaikan ini ditopang oleh pertumbuhan aset tidak lancar yang naik 9,9% menjadi Rp1,96 triliun, terutama dari peningkatan aset tetap dan tanaman belum menghasilkan.
Sementara itu, aset lancar juga mengalami kenaikan signifikan sebesar 20,2% menjadi Rp556,67 miliar. Peningkatan ini didorong oleh naiknya kas dan setara kas serta persediaan, sejalan dengan pertumbuhan pendapatan Perseroan.
BACA JUGA: Produksi Sawit 2026 Melambat, Pasar Laurik Menuju Keseimbangan Baru
Di sisi liabilitas, total kewajiban tercatat sebesar Rp1,05 triliun hingga akhir 2025, meningkat 10,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh pencairan fasilitas pinjaman bank guna mendukung kebutuhan operasional dan ekspansi.
Adapun posisi ekuitas mencapai Rp1,47 triliun, tumbuh 12,9% dibandingkan akhir 2024. Peningkatan ini mencerminkan akumulasi laba ditahan dari kinerja positif sepanjang tahun berjalan.
“Perusahaan menerapkan pengelolaan keuangan yang baik dengan memastikan setiap langkah ekspansi, investasi, maupun inovasi dilakukan secara terencana dan efisien,” ungkap manajemen dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Selasa (31/3/2026).
BACA JUGA: Harta Karun di Bawah Sawit, Peluang REE Senilai RM747 Miliar Mengemuka
Dengan kondisi keuangan yang semakin stabil, Perseroan menilai memiliki ruang yang lebih luas untuk memperkuat kapabilitas operasional, termasuk melalui peningkatan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi proses bisnis.
“Stabilitas keuangan memberikan ruang bagi Perusahaan untuk memperkuat kapabilitas operasional melalui peningkatan infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, serta optimalisasi proses bisnis,” ungkap manajemen dalam keterangannya.
Melalui strategi tersebut, CSRA optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat daya saing di industri kelapa sawit nasional dalam jangka panjang. (T2)
