InfoSAWIT, JAKARTA – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menutup tahun buku 2025 dengan kinerja yang solid di tengah dinamika industri global, didorong oleh kenaikan harga komoditas serta peningkatan volume penjualan.
Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,8 triliun atau meningkat 60,2% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, pendapatan tercatat mencapai Rp12,3 triliun atau tumbuh 21,7% YoY dibandingkan tahun sebelumnya.
Segmen kelapa sawit masih menjadi kontributor utama dengan porsi 88% terhadap total pendapatan. Sepanjang 2025, segmen ini membukukan penjualan sebesar Rp10,8 triliun atau meningkat 23,5% YoY, seiring kenaikan harga rata-rata crude palm oil (CPO) sebesar 13,2% YoY menjadi Rp14.474/kg.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode 22 – 31 Maret 2026 Tembus Rp4.125,52 per Kg
Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengungkapkan bahwa terbatasnya pasokan global menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas harga CPO.
“Produksi CPO di negara eksportir utama seperti Indonesia dan Malaysia masih terbatas, sementara permintaan global tetap kuat. Di sisi domestik, implementasi kebijakan B40 juga turut menjaga stabilitas permintaan sehingga harga CPO tetap berada pada tingkat yang kondusif bagi industri,” ujarnya.
Dari sisi operasional, produksi tandan buah segar (TBS) meningkat 3,8% menjadi 2,19 juta ton. Produksi CPO juga naik 4,9% menjadi 631 ribu ton, sementara produksi palm kernel (PK) meningkat 4,5% menjadi 119 ribu ton. Perseroan juga berhasil menjaga kualitas dengan tingkat free fatty acid (FFA) di kisaran 3%.
BACA JUGA: Aset Tumbuh 12%, CSRA Perkuat Fondasi Keuangan untuk Ekspansi Berkelanjutan
Selain segmen sawit, lini usaha produk kayu turut menunjukkan kinerja positif dengan penjualan mencapai Rp1,2 triliun atau naik 7,8% YoY. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan volume penjualan serta harga jual rata-rata produk panel kayu dan engineered flooring.
Segmen energi terbarukan juga mencatatkan pertumbuhan dengan pendapatan sebesar Rp226 miliar, meningkat dari Rp182,8 miliar pada tahun sebelumnya, didorong oleh optimalisasi operasional pabrik pelet kayu di Boyolali.
Dilansir InfoSAWIT, dari keterangan resmi perusahaan pada Selasa (31/3/2026), manajemen menyatakan kinerja Perseroan didukung oleh pengelolaan operasional yang disiplin serta sinergi antar lini bisnis.
BACA JUGA: Produksi Sawit 2026 Melambat, Pasar Laurik Menuju Keseimbangan Baru
“Perseroan akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas serta penguatan diversifikasi bisnis guna menghadapi dinamika industri,” ungkap manajemen dalam keterangan tersebut.
Secara fundamental, total aset DSNG tercatat sebesar Rp17,6 triliun atau naik 1,2% YoY. Liabilitas menurun menjadi Rp6 triliun seiring berkurangnya utang bank, sehingga ekuitas meningkat menjadi Rp11,6 triliun.
Sebagai pengakuan atas kinerja tersebut, DSNG juga masuk dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 serta Forbes Asia’s Best Under a Billion pada 2025.
BACA JUGA: Harta Karun di Bawah Sawit, Peluang REE Senilai RM747 Miliar Mengemuka
Ke depan, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan melalui strategi efisiensi, keberlanjutan, dan diversifikasi usaha di tengah dinamika industri global. (T1)
